mk

Easter Text - http://www.eastertext.com

fm

p

Sekilas info

Misterikerinci-Aksi kelulusan siswa di Kerinci dengan aksi corat-coret.

27 March 2008

Helikopter


Kerusakan Helikopter membawa berkah

Talang Kemuning-Misteri kerinci.Upaya memperperbaiki kerusakan mesin helikopter milik PT Angkasa Pura Medan dikokasi areal Gunung Kunyit-Gunung Raya, ternyata membawa berkah bagi masyarakat Seputar Talang Kemuning.karena selama kerusakan dari pihak PT Angkasa Pura memberi biaya penjagaan menjelang berfungsi mesin yang kini masih berada di Pilipina.

" Warga Talang kemuning ada yang diberi imbalan penjagaan dengan nilai satu malam dengan nilai uang rp.150 ribu.yang dilakukan secara bergiliran oleh warga.Tiap malamnya, empat orang penjaga" Kata T.Pisa,warga Talang baru-baru ini. Heli ini telah berada di Gunung Kunyit selama satu bulan.

kawasan Gunung Kunyit terkesan angker ini bagi orang lain. Namun tidak bagi warga sekitar,mereka malah menfaatkan kerusakaan helikopter ini malah jadi tontonan.Mereka dengan warga sekitar pergi kesana untuk berfoto-foto didekat helikopter.

22 March 2008

BKMT Kerinci dan jilbab

BKMT Kerinci gelar Lomba
Rapaerda jilbab bakal diberlakukan dikerinci

Sungai penuh-Misteri kerinci. Badan kontak Majelis taklim kerinci gelar lomba dalam rangka Mualid nabi Muhamad Saw. Bentuk lomba, busana muslim, Asmaulhusna,Pidato islam.KetuaBKMT kerinci Hj.Mariyah,Wakil, Hj. Murjalis Sapri,Hj,Sadimar.Sekretaris, Hj.Drs.Dariwan Erlina Asmar kepada Misterikerinci (22/4) mengemukakan maksud digelar acara ini adalah untuk ukhuwah islamiyah,silaturahmi antar kecamatan.Menambah ilmu anggota, serta membangun majelis taklim tidur.
Banyak hal kata,Mariyah dengan adanya pertemuan ini bisa memberikan penyuluhan tentang kebersihan lingkungan dan berjilbab,hingga tercipta aklak islami dikerinci.acaraa ini dihadiri oleh 10 kecamatan dengan peserta anak cabang 17 kecamatan.
Raperda berjilbab diberlakukan dikerinci
Harmalis kepala departemen agama Kerinci diwakili,Norewan,kepala bahagian tata usaha menyebutkan bahwa dikerinci bakal diberlakukan kweajian berjilbab disekolah dari sd hingga sma." ini sedang dibahas oleh DPRD dan pemda Kerinci tentang kewajiban anak sekolah dari SD hingga SMA untuk memakai jilbab" ujar Norewan.

Mengenal Hasani hamid











Pengantar


Hasani Hamid kian hangat diperbincangkan berbagai kalangan dikerinci.,termasuk orang kerinci yang berada diluar kerinci.Hasani hamid kian mengakar diakar rumput.Namun tentu banyak orang bertanya.Siapa sebenar Hasani hamid itu?. Apa sih pendidikan?. Orang mana dia.Siapa orang tuanya.berikut perjalanan ceritanya.

Mengenal Hasani hamid

Ketika teks proklamasi dikumandangkan dan bendera merah putih dikibarkan di Kerinci untuk pertama kalinya, tepatnya diMasjid Raya Sungai Penuh,pada hari Jumat, 31 Agustus 1945.A.Thalib memberi perintah kepada Hamid Aripin agar segera menyebar luaskan berita proklamasi kepada rakyat Kerinci diseluruh pelosok desa.

Mendapat perintah A.Thalib Hamid Aripin dengan segera mengayuh sepeda mengelilingi daerah kerinci keluar masuk desa membagi-bagikan salinan teks proklamasi menyatakan Indonesia telah merdeka menjadi Negara berdaulat.Sorak kegembiraanpun membahana menyambut fajar kemedekaan yang telah diperjuangkan dengan darah dan air mata (Sakti/Januari 2008.) Warisan perjuangan Hamid Aripin.Dalam tetesnya, berlanjut pada Hasani Hamid?,Wakil Bupati Kerinci saat ini.Hasani Hamid adalah kelahiran-kecamatan Keliling Danau, tepatnya di Jujun pada 10 Mei 1948.

Pada jenjang karir.Pada Jabatan Fauzi siin menjadi Bupati Kerinci 1999 hingga 2004, Hasani diboyong pulang kerinci, untuk mengabdi di tanah kelahiranya,di Kerinci dengan memegang jabatan sebagai Sekretaris daerah.

Masa sekolah menamatkan pada tahun 1961 di Jujun.Kemudian SMP 1 Sungai penuh 1964.dan SMEA negeri Padang tamat tahun 1967.Ketertarikan pada sector ekonomi, gelar Ekonomipun diperoleh dari Universitas Andalas Padang pada tahun 1975,serta Diploma perencanaan pembangunan Nasional pada fakultas ekonomi Indonesia Jakarta pada tahun 1980.









21 March 2008

Mis Talang Kemuning






Mis Talang Kemuning
berbenah


Misteri kerinci-Talang Kemuning memiliki obsesi untuk maju dengan memasang visi yang sangat sederhana dan tidak muluk-muluk.Menurut Sujani,kepala sekolahnya lahir Pulau Pandan,12 Juli 1969.Pendidikan, S1, akta IV FKI Unja Jambi.

Sekolah Mis memilik register no/40E-3 Talang Kemuning, Obsesi memasang visi beriman dan berprestasi." kita memasang visi ini adalah sederhana,hingga tidak muluk-muluk,hingga dalam pencapaian bisa mencapai target dan harapan" katanya.Misinya, anak-anak bisa memahami iman dan takwa serta menguasai informasi dan teknologi

Pengalaman Suljani pernah mengikuti MGMP Ekonomi Akuntansi kabupaten secara berturut-turut 2005/2007,seta worksho peningkatan mutu dan disiplin lingkungan depag Kerinci 2005.Kemudian sertifikasi guru madrasah tahun 2007.

Menurut suami Zaslinar yang menikah ditahun 1995,dengan dua putra dan satu putri bahwa, murid mis ini 114 orang, dengan guru 11 orang,dengan lokal 5." belum lama ini sekolah ini telah dibangun baru baru dengan dana 250 juta.termasuk fisik dan peningkatan mutu" akunya.meski diakui mis saat ini dan masa datang musti punya murid 5 orang atau lebih.


20 March 2008

Provil Nurlis




SD 54/111 Pasar kerman Gunung Raya


legalitas sekolah percontohan


Misterikerinci-Pasar kerman-Sekolah dasar negeri 54/III Pasar Kerman-Lolo Gedang yang didirikan pada tahun 1980. memiliki nomor statistic sekolah 101100036003. Sekolah, dalam penataanya berusaha mendapatkan legalitas sebagai sekolah percontohan siap kompetensi menyiapkan anak didik ungul dalam menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi dan memahami iman dan tagwa.


Penyiapan infrastruktur sekolah ini pemerintah pusat telah memberikan dana alokasi khusus secara berturut turut ditahun 2006-dan 2007, dalam pengembangan termasuk sekolah local unggul.


.Jumlah Murid ditahun 2008.Kelas satu laki-laki 20 orang dan perempuan 18 orang.Kelas dua laki –laki 19 orang dan perempuan 23 orang.Kelas tiga laki 24 orang.perempuan 26 orang.Kelas empat 17 dan laki-laki 23 orang.Kelass lima laki-laki 14 dan perempuan 13 orang.Sekolah ini memiliki sembilan local.


Laki-laki 17 dan 13 orang perempuan adalah murid kelas enam.Total jumlah murid laki-laki 111 orang dan perempuan 116 dengan penjumlahan akhir jumlah murid 227 orang.Buku pelajaran pokok 1400, Pelengkap 75, Buku bacaan 150 eksemplar.Disekolah ini terdapat TK Satu atap yang sedang tumbuh dan berkembang.Tamatan tahun 2008 ini mengelar wisuda perdananya.Ketenagaan.16 orang ketenagaanguru dan satu penjaga.rata-rata guru D2,pgsd dan SGO.10 orang adalah PNS.5 GTT.


Visi dan Misi


Menurut Nurlis kepala Sekolahnya, murid dipersiapkan untuk menjadi Unggul dalam iptek dan imtag yang berlandaskan pada iman dan disiplin pribadi serta cinta sesama dan lingkungan.


M I s i


Melaksanakan program belajar aktif,efektif dan menyenangkan.menanamkan dasar agama,menumbuhkan semangat keunggulan,menekankan budaya disiplin,mendorong,mengenali dan mengali potensi diri sendiri,menerapkan managemen berbazis sekolah.

19 March 2008

Seputar pilkada Kerinci


DIKOTOMI YANG DICIPTAKAN

PADA PILKADA KERINCI TAHUN 2008

Dengan mengamati suhu Politik menjelang PILKADA Tahun 2008, beberapa dikotomi Balon yang dimunculkan oleh aktivis dan tokoh Politik, pada awal menghangatnya PILKADA tahun 2006/2007, muncul dikotomi Balon luar daerah dan Balon dalam daerah, dimana balon luar daerah seakan-akan tidak diizinkan untuk menjadi Balon Bupati, pada hal hak Politik untuk dipilih dan memilih menjadi hak prinsip yang dimiliki oleh Penduduk yang sudah memenuhi persyaratan untuk dipilih dan memilih

Pernyataan menolak Balon dari luar daerah (masyarakat Kerinci luar daerah), banyak dilontarkan oleh aktivis dan tokoh politik, tapi sekarang justru yang melontarkankan ikut aktif mendukung balon dari luar daerah.

Balon luar dan dalam semua memiliki hak untuk mencalonkan diri, yang menentukan adalah masyarakat pemilih, bahkan beberapa analisa dari beberapa tokoh, balon diharapkan memiliki pengalaman luar yang lebih baik dan berhasil di luar baik sebagai birokrat maupun sebagai bisnismen, dan memahami potensi lokal.

Pada saat ini, muncul lagi pernyataan aktivis dan tokoh politik, bahwa balon tua diminta untuk mundur, ini sesuatu yang sangat bertentangan dengan azas demokrasi yang dianut, karena tua atau muda tidak menjadi persoalan, yang penting bagaimana kita memberikan pelajaran politik kepada masyarakat untuk bisa memilih Pemimpin Kerinci yang menjadi pilihan rakyat melalui mekanisme demokrasi yang benar, walaupun saat ini arus bawah menginginkan sebuah perubahan ke arah yang lebih baik, perubahan tersebut mungkin akan diciptakan oleh Balon tua, balon muda, balon incumbent atau balon lu lagi lu lagi (4L), namun pengekangan hak politik itu tidak dibenarkan dan melanggar azas demokrasi perpolitikan di Indonesia.

Namun bagi Balon yang saat ini masih binggung dengan Perahu yang belum jelas, karena masing-masing partai baik besar maupun harus koalisi, saling menunggu dan saling mengintip siapa yang akan dimunculkan sebagai Calon oleh Partai penggusung, sebuah catatan, bahwa Kerinci memiliki potensi ekonomi yang tidak kalah dengan Kabupaten lain, dan Kabupaten Kerinci memiliki kepentingan Nasional dan Internasional, dan nilai-nilai itu menjadi catatan bagi balon untuk mengoptimalkan potensi untuk kesejahteraan masyarakat, bukan hanya prestasi dalam angka-angka statistik, tetapi kesejahhateraan reil di tingkat masyarakat yang menjadi patokan, saat ini cenderung prestasi angka-angka dalam statitistik diatas penderitaan rakyat.

Marilah kita tidak membuat dikotomi calon, tua, muda, luar daerah, dalam daerah, incumbent dan 4L, yang jelas bagimana visi dan misi serta program sang balon bisa menyentuh ekonomi real masyarakat bukan hanya prestasi dalam statistik yang sangat sulit dibuktikan di angkar rumput, seperti contoh pertumbuhan ekonomi Indonesia >6%, tapi kenyataan real lapangan bagaimana ?, Income Parkapita Kabupaten Kerinci naik secara signifikan saat ini telah naik Rp. 1.600.000,- dan pada tahun 2006 menjadi Rp. 2.300.000, tetapi fakta real lapangan bagaimana ?, sehingga sangat diharapkan calon yang menjadi pimpinan Kerinci tidak membuat prestasi angka diatas penderitaan rakyat (Syamsul Bahri, SE – Pengamat syamsul_12@yahoo.co.id)
.

18 March 2008

berkaca pilkada


BERKACA DICERMIN RETAK
( MEGA PROYEK PILKADA )
By Syamsul Bahri, SE
( Pengamat di Jambi syamsul_12@yahoo.co.id )

Produk sebuah reformasi di Indonesia antara lain adalah otonomi daerah serta Pemlihan secara langsung, baik legeslatif maupun Presiden dan wakil serta Kepala Daerah, yang memiliki tujuan mulia untuk meningkatkan proses demokrasi dan melindungi dan mesejahterakan masyarakat, baik keamanan, ekonomi, pendidikan dll.

Payung hukum dari hal tersebut diatas, adalah salah satu UU No. 32 Tahun 2004, yang mencerminkan sebuah negara demokrasi terbesar di Dunia, dimana, seyogyannya kekuasaan rakyat menjadi kekuasaan dominan dan suara rakyat menjadi suara yang menentukan arah pembangunan, baik melalui penentuan legeslatif maupun Presiden dan Wakil serta Kepala Daerah (Pasangan Gubernur, pasangan Bupati)

Kalau kita cermati Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah di Indonesia, sebagai implementasi dari UU No. 32 Tahun 2004, sesuai dengan data, pelaksanaan PILKADA tahun 2007, justru banyak meninggalkan persoalan yang mendasar, antara lain Pemimpin daerah belum menjadi pilihan rakyat, terjadi konflik dan penolakan dll. Hal ini merupakan sebuah cermin bagi PILKADA di Propinsi Jambi, sesuai data penyebab tersebut lebih disebabkan money politik dan black campegne

Bahkan Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi mengatakan “Jika pada pembahasaan naskah akademik UU No 32 Tahun 2004, polemik terkait pertanyaan apakah pilkada langsung dapat meredam politik uang selama 2001-2004, kini debat terarah pada mahal dan rendahnya kualitas pilkada. Maka beliau mengusulkan agar pilkada dihapus (Kompas, 26/1/2008).

Banyaknya gugatan pilkada di Indonesia bermula dari data kependudukan yang tidak valid. Demikian pula, rendahnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap esensi pilkada, yang keluar dari tujuan UU No.32 tahun 2004 menyebabkan praktik politik uang dalam pilkada. Khusus untuk Indonesia, problem pilkada diperberat kualitas partai politik dan aktor politik yang tidak memadai, ketidak netralitas penguasa, dendam politik, black compigne. Kasus Pilkada Malut dan Sulsel menunjukkan betapa sulitnya menghasilkan pilkada berkualitas dan diterima semua pihak

Pilkada di Indonesia merupakan pesta akbar dan harus dibiayai secara khusus, mulai dari pendaftran pemilih yang sering tidak valid, pengadaan barang dan jasa untuk pencoblosan yang berulang tiap pemilihan, sampai kampanye jorjoran yang dilakukan parpol dan calon. Dengan kata lain, pilkada beririentasi pada ”Mega proyek”, harus dibiayai anggaran besar pula, yang menimbulkan inefisiensi terjadi dalam paradigma proyek pilkada, bahkan yang balon juga jor-joran untuk membeli dan mendapat suara pemilih, tentunya calon yang punya modal dan sponsor, kondisi ini sangat sulit untuk melahirkan pemimpin pilihan masyarakat.

Logika berpikir yang berorientasi pada mega proyek dalam pilkada ini tidak saja merasuki pemikiran penyelenggara pilkada, tetapi juga partai politik, aktor politik, calon kepala daerah, birokrasi di pusat dan daerah, serta masyarakat pemilih. Proyek ini berlanjut sampai esensi dan tujuan kemenangan pilkada. Tidak heran jika partai politik dan aktor politik rela mengeluarkan miliaran rupiah untuk dapat mengikuti kompetisi pilkada.

Uang ini digunakan mulai dari menentukan parpol pengusung (beli perahu), kampanye besar-besaran untuk mendongkrak popularitas calon, sampai upaya mempengaruhi pilihan masyarakat. Tentu saja tidak ada yang gratis dalam pesta akbar pilkada. Biaya yang dikeluarkan ini harus diganti oleh uang rakyat dalam APBD melalui arisan proyek bagi investor politik yang ikut membiayai pilkada. Jadi, apa yang dicemaskan banyak pihak tentang mahal pilkada mendekati kebenaran. Pilkada bukan hanya mahal dari sisi biaya penyelenggaraan yang harus ditanggung APBD, tetapi juga mahal dari ongkos yang harus dibayar masyarakat dalam arisan proyek bagi investor politik. Cukup valid untuk mengatakan pilkada langsung memboroskan uang negara dan belum memberi hasil optimal

Walaupun saat ini, PILKADA wilayah Propinsi Jambi tahun 2008 (Kota Madya Jambi, Kabupaten Merangin, dan kabupaten Kerinci) dimana arus perubahan yang merupakan arus besar saat ini, yang merupakan refleksi dari peta politik Nasional, yang mengarah untuk menginginkan pimpinan non Incumbent dan 4 L, menjadi bagian yang tak terpisahkan dan menjadi bagian dari politik daerah saat ini.

Maka untuk PILKADA wilayah Propinsi Jambi, dengan melihat dan bercermin pada pelaksanaan PILKADA di berbagai daerah, yang membuah hasil Pemimpin yang bukan menjadi Pilihan Rakyat, karena proses Pemilihan lebih cenderung money politik dan black compagne disamping ketidak netralitas penguasa, menjadi bagian permaslahan PILKADA tahun 2007, sehinga akan melahirkan sebuah program yang belum memihak pada kepentingan rakyat

Dengan bercermin dari hal tersebut diatas, bahwa permaslahan Pilkada tahun 2007 disebabkan (1) Money Politik, (2) Black Compagne, (3) Ketidak Netralitas Pelaksanan dan Penguasa, (4) data penduduk yang tidak valid. Sehingga Pelaksanaan Pilkada di Wilayah Propinsi jambi tahun 2008, hendaknya tidak bercermin di Kaca Retak

Kondisi itu sudah tercermin, bahwa curi star dan memanfaatkan jabatan dalam kepemerintahan (tentunya dengan segala fasilitas) telah berjalan dengan tanpa rasa malu, walaupun berbagai kedok, serta ambisius untuk mendapatkan jabatan sebagai Bupati/wali kota, hal dapat dilihat semua partai baik yang lulus election threshold maupun yang tidak lulus, para balon tersebut mendaftar, seakan-akan ingin menguasai semua partai “perselingkuhan dalam Partai Politik” menjadi bagian yang biasa, walaupun secara moral perselingkuhan itu tida dibenarkan

Oleh sebab itu, marilah kita atau tokoh-tokoh yang masih memiliki hati nurani untuk membangun demokrasi dan memilih pemimpin yang menjadi pilihan rakyat, serta pemimpin yang berfikir dan bekerja untuk rakyat, tentunya pemimpin yang tidak ambisius, tidak money politik, tidak memiliki rasa dendam kepada rezim terdahulu, pemimpin yang memiliki pengalaman baik nasional dan Internasional dan enterpteneur menjadi bagian dari tanggung jawab kita untuk menyampaikan kepada masyarakat, agar tercipta pemimpin yang menjadi pilihan rakyat, yang akan mengiplementasikan visi dan misi sesuai dengan kondisi di tengah masyarakat, tidak menciptakan angka prestasi stitistik diatas penderitaan rakyat.

Aripin Adnan

Aripin Punya Pandangan

Misteri kerinci Kepala Uptd Gunung Raya,Aripin Adnan,Kelahiran Gunung raya pada, 7 September 1962,dalam mewujudkan pendidikan di Gunung Raya memiliki pandangan yang tertuang dalam visi dan misi dengan mewujudkan sumnder daya manusia yang memiliki imtag dan iptek menuju masyarakat madani.

Dalam pengembangan terjabar pada misi, yakni menyelenggarakan pendidikan yang berahklak,berbudi pekerti serta pengembangan dasar serta iptek,meningkatkan disiplin kerja kependidikan yang bertanggung jawab,meningkatkan profesionalisme tenaga pendidik dan pelayanan prima terhadap masyarakat.,mengembangkan pendidikan dan pelatihan kejuruan/keterampilan yang berwasan global,merubah peserta didik dari status beban asset pembangunan yang produktif.

Pengalaman kerja, tahun 1982 mengajar di SMP Negeri tanjung Tanah.tahun 1983-1988 mengajar di SMP Tanjung Pauh.ditahun 1989-1966 kembali kekampung halaman mengajar di SMP 3 Gunung Raya.ditahun 1997-2006 menjadi kepala sekolah di SMP 3 Gunung Raya.Pada tahun 2006,menjadi kepala UPTD Gunung Raya.

Pendidikan dasar,Sd Lolo gedang 1974.SMP Lempur tahun 1977.SPG Sungai penuh tahun 1981.PT di Jambi tahun 2001.Hasil perkawinan dengan Juwita mendapatkan dua orang anak,yakni Vira Advawinata,Dosen Amik Depati Parbo Sungai penuh.Viktor diwantara Siswa SMA 2 Gunung Raya.


05 March 2008

Provil Nazirman



SD 52/III Lolo Kecil

Nazirman mutiara dalam Lumpur

Sekolah dasar Nomor 52/III Lolo Kecil.-kecamatan Gunung Raya. Luas areal 7.172 hektar.dirikan pada tahun 1960, dengan status kepemilikan pemerintah daerah.

Dalam membangun ranah pendidikan dan siap berkompetensi dalam sector pendidikan amat diperlu menentukan arah pembangunan pendidikan itu sendiri.hal ini agar lebih terarah dalam membangun sector pendidikan dalam mencapai tujuan dan membangun manusia indonesia seutuhnya perlu dituangkan dalam program,hinga arah pendidikan menjadi jelas .

Kepala sekolahnya,Nazirman, kelahiran 14 maret 1962.Beristerikan Julita.Guru Sekolah SD 57/III Lempur tengah. Menuangkan arah pembangunan pendidikan sekolahnya dengan membuat visi dan misi.Unggul dalam prestasi sesuai dengan budaya dan ajaran agamanya.Menanamkan keyakinan akidah melalui pengamalan ajaran agama.Mengoptimalkan proses belajar mengajar dan bimbingan.Mengembangkan pengetahuan olah raga dan seni budaya sesuai dengan adat dan budaya.

Keungulan dalam prestasai terlihat meski dalam lingkup local diantaranya mengukir Prestasi.Juara I Barisan Indah tingkat kecamatan Gunung Raya tahun 2004..Juara I Lomba lari tingkat kecamatn Gunung Raya tahun 2004.Juara I Lomba cerdas tangkas tingkat kecamatan Gunung Raya tahun 2007.Juara pertama Hut Sepak Bola SMA 2 Gunung Raya tahun 2007.5.Top scorer bola kaki HUT SMA 2 Gunung Raya tahun 2007.6. Juara bola kaki HUT RI tahun 2007 Gunung Raya.7.Juara I LCT RI tahun 2007-Gunung Raya.8. Juara II senam Jambi tahun 2007.

Lamanya berhijrah diJakarta, ditahun 1990,memilih pindah kekerinci.ditempatkan pada Sekolah dasar 88/III Lempur tengah..Ia membangun idealisme pendidikan dinegerinya,Gunung raya-Kerinci.Ia, merasa pendidikan di negerinya telah tertinggal.

Karena kecintaanya pada pendidikan, Pak Nazir Pangilan akrab,Terutama pada sector olah raga.Ia menemukan ide,untuk membuat sebuah buku bicara olah raga tahun 1988,ide itu ia tuangkan,hingga diterbitkan oleh PT.Intan Pariwara,diberikan pada Guru seluruh Indonesia.

Idealisme Pendidikan yang tiada pernah mati. Ia memiliki program penunjang pendidikan disekolahnya,ditahun 2008 ini,Ia akan mencoba membuat kurikulum teknoloh informasi computer pada anak-anak sekolah dasar,tetap mengacu pada penjabaran kurikulum yang telah ada.

Serta mengembangkan seni budaya,berupa seni peran dan membangkitkan budaya local dinegerinya.” Waktu mengajar disalah satu sekolah dasar Jakarta,Sekolah saya pernah beberapa kali tampil distasiun televisi” ujar Nazir lulusan SPG Muhamadiyah Jakarta tahun 1982. Ia ingin membawa angin perubahan bisa dikembangkan disekolahnya. saat ini.

p2

Create your own banner at mybannermaker.com!

pepatah

Rm