
Gambar terlihat adalah taman dewa.Bagi anda pecinta alam, kawasan ini sangat cocok untuk wisata menghilangkan stress. Mentari pagi bersinar. Burung-Burung berkicau.Kesejukan hawa alam sangat dingin.

SEJARAH DARI KALBU DEPATI JUJUN
Asal USUL DARI NENEK KALBU DEPATI JUJUN ADALAH BERASAL DARI JAWA MATARAM. DIANYA DUA BERADIK : 1. KAKAKNYA BERNAMA TUAN BUJANG 2. ADIKNYA BERNAMA DAYANG GADIS IKUT SERTA DALAM ROMBONGAN “PENGURANG (ANAK SEMANG) DUA ORANG : 1. LAKI-LAKI NAMANYA PENJUTO.2.PEREMPUAN NAMANYA AYU
KEMUDIAN KETIGA ORANG TERSEBUT BERJALAN LAGI HINGGA SAMPAI PADA RENAH YANG BANYAK JANIT, DINAMAKAN RENAH TERSEBUT DENGAN NAMA RENAH SEJANIT, DAN MELIHAT GUNUNG SATU SAJA, DINAMANYA GUNUNG TERSEBUT DENGAN NAMA GUNUNG BUJANG. KEMUDIAN MEREKA BERJALAN LAGI HINGA BERTEMU DENGAN UJUNG BATANG AIR, MEREKA BERTENANG / BERISTIRAHAT DI TEMPAT TERSEBUT DAN ADIKNYA INGIN MENETAP DITEMPAT ITU, MAKA DIDIRIKANLAH PONDOK , DITANAMNYA LIMAU MANIS, BUNGA-BUNGA DAN TEMPAT MANDI. TEMPAT TERSEBUT DINAMAKANNYA UJUNG TENANG.
KEMUDIAN KAKAKNYA TUAN BUJANG MINTA IZIN HENDAK BERJALAN, SEBELUM BERANGKAT DIA BERPESAN “ KALAU ADA ORANG YANG INGIN HENDAK KAWIN DENGAN KAU, HENDAKLAH DIBAKAR KEMENYAN PUTIH, BOLEH AKU TIBA ”. SETELAH MINTA IZIN, TUAN BUJANG PERGI BERJALAN PERGI KE LOLO, TIBA DI LOLO NENEK ORANG LOLO KEMATIAN ISTERINYA, DAN TINGGAL DUA BERANAK DENGAN ANAK GADISNYA, TUAN BUJANG DIPANGGIL SINGGAH KEPONDOKNYA.
“ APAKAH BENAR KAU YANG MEMBAKAR KEMENYAN, ATAU TIDAK “. JAWAB ADIKNYA “ MEMANG BENAR AKU YANG MEMBAKAR KEMENYAN. “APAKAH SEBABNYA KAU MEMBAKAR KEMENYAN”, TANYA TUAN BUJANG. “ ADA ORANG YANG HENDAK KAWIN DENGAN SAYA”, JAWAB DAYANG GADIS, “ KALAU BEGITU LEBIH BAIK KITA JEMPUT ORANG TUA KITA KE JAWA MATARAM”, KATA TUAN BUJANG.
TUAN BUJANG KEMBALI KE JAWA MATARAM. SAMPAI DISANA AYAHNYA SUDAH TIADA ATAU SUDAH MENINGAL DUNIA. HANYA IBUNYA SAJA YANG MASIH HIDUP, NAMA IBUNYA MARIAM. SETELAH MEMBERI TAHU TENTANG ADIKNYA MAU KAWIN, MAKA IBUNYA MEMBERI IZIN PADA ADANYA TUAN BUJANG UNTUK MENGAWINKAN ADIKNYAKNYA. KEMUDIAN TUAN BUJANG KEMBALI KE UJUNG TENANG.
SETELAH SAMPAI DI UJUNG TENANG, DI PONDOK ADIKNYA, DIBAKARNYALAH KEMENYAN PUTIH, KEMUDIAN DATANGLAH SEORANG YANG GAGAH DAN TAMPAT, YANG NAMANYA WALI ALLAH. SETELAH MENDAPAT KATA SEPAKAT, MAKA DILANGSUNGKANLAH PERKAWINAN ANTARA WALI ALLAH DENGAN DAYANG GADIS.
WALIA ALLAH DENGAN ISTERINYA DAYANG GADIS MEMPUNYAI SATU ORANG ANAK, NAMANYA DAYANG SETI. DIWAKTU DAYANG SETI MANDI BERLIMAU, AMPAS LIMAUNYA DIHANYUTKAN DI MUARO UJUNG TUO. SEWAKTU SAGINDI KUMBANG MANDI KEBETULAN DITEMUKANNYA ADA AMPAS LIMAU DIHANYUTKAN OLEH AIR DAN SAGINDO KUMBANG BERPENDAPAT BAHWA ADA PULA ORANG YANG DIAM DI HULU BATANG AIR INI.
SETELAH SAMPAI, 4 DAN 5 HARI BERDIAM DI RUMAH TERSEBUT, LANTAS SAGINDO KUMBANG MELAMAR HENDAK KAWIN DENGA DAYANG SETI. DIBAKARNYALAH KEMENYAN PUTIH OLEH DAYANG GADIS MAKA TIBALAH WALI ALLAH DAN TUAN BUJANG, KAENA WAKTU ITU WALI ALLAH DAN TUAN BUJANG TIDAK BERADA DIRUMAH. KEMUDIAN DILANGSUNGKANLAH PERKAWINAN ANTARA SAGINDO KUMBANG DAN DAYANG SETI.
SAGINDO KUMBANG DAN DAYANG SETI MEMPUNYAI TIGA ORANG ANAK YAITU :
1. RABIYAH MEH
2. RABIYAH BULAN
3. RABIYAH MELUR
SEWAKTU SAGINDO KUMBANG MASIH MEMPUNYAI SATU ORANG ANAK, YAITU : RABIYAH MEH, SAGINDO MEMBAWA ANAK ISTERIYA KE UJUNG TUO TEMPAT SAGINDO KUMBANG SEMULA. DAYANG SETI MENYURUH SUAMINYA SAGINDO KUMBANG UNTUK BERANGKAT LEBIH DAHULU, DAN BARU KEMUDIAN DIA DAN ANAKNYA MENYUSUL. SETELAH SUAMINYA SAGINDO KUMBANG BERANGKAT, MAKA DAYANG SETI MENGGENDONG ANAKNYA DAN DILENTUKNYA MANAU KUNING JADI TITIAN KE UJUNG TUO. SAGINDO HERAN MELIHAT ANAK DAN ISTERINYA LEBIH DAHULU SAMPAI DI UJUNG TUO.
DAYANG SETI MELARANG SUAMINYA MEMBUKA TUTUP PERIUK. SEWAKTU ISTERINYA TIDAK DI RUMAH YAITU PERGI MANDI KE AIR, MAKA SAGINDO KUMBANG MEMBUKA TUTUP PERIUK KIRANYA BERISI AOR. SETELAH ISTERINYA KEMBALI KE .PONDOK DIA SANGAT MARAH, MKA DIGENDONGKANLAH ANAKNYA DAN DILENTUKKANNYA MANAU KUNING JADI TIAN PERGI KE HIANG. SAMPAI DIHIANG BERJUMPA DENGAN SEORANG LAKI-LAKI DAN BERKATA-KATA DENGAN LAKI-LAKI TERSEBUT (DENGAN ISTILAH SEKARANG NENK HIANG HILANG DIHALAMAN), KEMUDIAN DILENTUKNYA LAGI MANAU KUNING, SAMPAILAH DIA DUA BERANAK DI UJUNG TUO. KEMUDIAN SUAMINYA KEMBALI JUGA KE UJUNG TENANG DAN MENETAPLAH MEREKA SEKELUARGA DI UJUNG TENANG, KEMUDIAN MEREKA MEMPUNYAI DUA ORANG ANAK LAGI.
SETELAH ANAK-ANAKNYA DEWASA MAKA DIKAWINKANNYA DENGAN ;
1. RABIYAH MEH DIKAWINKANNYA DENGAN
2. RABIYAH BULAN DIKAWINKANYA DENGAN
3. RABIYAH MELUR DIKAWINKANNYA DENGAN
RABIYAH MEH DENGA RIO JAUH MEMPUNYAI SEORANG ANAK YAITU : MEH
SETELAH BERTAHUN-TAHUN MENETAP DI UJUNG TENANG, OLEH KARENA BANYAK GANGGUAN BINATANG BUAS DAN KENDALA LAIN. LANTAS MENGUNGSI KE MUARO (KE UJUNG TUO). KEMUDIAN OELH KARENA DI UJUNG TUO TIDAK DIIZINKAN UNTUK TEMPAT TINGGAL MAKA M. NUR GELAR DEPATI JUJUN TULANG TUNGGAL BESERTA ANAK ISTERINYA, LARI KE KETENGAH MENCARI TEMPAT UNTUK MENDIAM, UNTUK MELATIH NEGERI, TEMPAT ITU DINAMAKANNYA DENGA DUSUN MALAKO KECIL (DENGAN ISTILAH SEKARANG DENGAN NAMA DUSUN LAMO JUJUN).
M. NUR GELAR DPATI JUJU TULANG TUNGGAL DENGAN ISTERINYA MEH BALI MEMPUNYAI DUA ORANG ANAK YAITU : 1. SAMINA DIKAWINKANNYA DENGAN GUSTI GELAR DEPATI JUJUN 2. RUSNI DIKAWINKAN DENGAN HARUN (PUTUS WARIS)GUSTI DENGAN SAMINA MEMPUNYAI SATU ORANG ANAK YAITU SAIMA.SAIMAH DIKAWINKAN DENGAN TUNGKAT GELAR DEPATI JUJUN ANAK DARI SAIMAH DENGAN TUNGKAT MEMPUNYAI DUA ORANG ANAK, YAITU :1. GADIS ATEM 2. TUAH
SAPINDO DENGAN GADIS ITEM MEMPUNYAI SATU ORANG ANAK, YAITU UPAH. UPAH KEMUDIAN DIKAWINKAN DEANGAN SIGAU GELAR DEPATI JUJUN. SIGAU DAN UPAH MEMPUNYAI SATU ORANG ANAK YAITU BERNAMA MANGKA.
PADA TAHUN 1978 DINOBATKANLAH HASMIT MEMEGANG GELAR DEPATI JUJUN YANG KE 14, DENGAN NINIK MAMKNYA SAMSIR GELAR RAJO BATUAH. HASMIT MEMEGANG GELAR DEPATI JUJUN ADALAH SUAMI DARI DAHNIAR WARIS SITI RAMLAN.
SEJARAH INI DISALIN DARI ASLINYA PADA TANGGAL 6 JUNI 2006
DEPATI JUJUN
1. IKHSAN BIN MAJID GELAR DEPATI JUJUN
2. JUPREN BIN TENGKU WALAT NINIK MAMAH RAJO BATUAH
3. ANAK JANTAN DEPATI JUJUN
1. SUMBAU
2. SYAMSIR GELAR DEPATI JAYO
3. BAHTIAR JAFAR
4. KAMIL MUSLIM
5. SARTONI NAWI (ANAK BATINO DEPATI JUJUN)
"Tengah". itu sebutan yang dikenal sehari-hari orang lebih mengenal dengan sebutan bandar Ular Nago ini,terletak antara Lolo dan Lempur-Gunung Raya, merupakan areal persawahan berhutan kayu berlahan gambut. Padi ditanam tidak tumbuh dengan baik. di tengah areal ini terdapat aliran sungai tempat ular nago bersemayam. Benarkah ?
Kawasan belum begitu berani tidak digarap masyarakat. Karena menyimpan unik bakal mendirikan bulu roma.Menurut cerita berkembang di masyarakat pada zaman silam hidup menyebar islam, dengan sebutan Ninek Muning. Aslinya, Indra Bangsawan syah. Dalam legenda itu diceritakan bahwa kawasan tengah adalah tempat tinggal para leluhur orang Lolo dan Lempur.
“Memang saya telah menembak burung ditengah itu kala itu. Hujan rinai senja namun burung punai menjadi incaran. Mengabiskan 5 peluru namun burung itu makin mendekat namun sasaran diarahkan, burung itu tidak kena dan takkan pernah kana kata” Razaman warga Pasar Kerman.
Karena burung yang jadi incaran tidak kena. Berhenti di bawah pohon, namun aneh di tengah hutan ada orang berpakaian hitam dengan mirip pakaian orang silat menghampiri. Ia mengaku bernama Simambang Tunggal menawarkan sebatang rokok daun aren.
“Saya harap Saudara jangan kaget dengan saya, saya Simambang Tunggal penghuni kawasan ini. Silakan merokok, ini rokok saya daun aren katanya menawarkan rokok daun aren itu.
Zaman mengakui ia telah ditunjukkan berbagai tempat hunian orang halus di tengah itu. Ada semacam tanah kuburan panjang. Ada lobang, ada tanaman obat-obatan.
“Ia menunjukkan kepada saya sebagai tempat di tangah. Ada tanah berbentuk kuburan. Ada tanaman obat-obatan. Akhirnya saya diberi bambu, berbentuk aur sekeping sebagai titipan tanda mata. Kini tersimpan di rumah saya “kata Zaman menerangkan titipan itu bisa berbunyi bagai anak ayam bila ada musibah menimpa kawasan Lolo sekitarnya.
Menurut Zaman yang diceritakan Simambang Tunggal kepadanya, Nenek orang Lolo semuanya telah bersemayam di Gunung Kunyit tidak beberapa jauh di Gunung Raya. Semuanya telah di sana.
“Kata Simambang Tunggal Nenek orang Lolo yang ada di Gunung Kunyit. Karena tempat dan areal bakal dijadikan sawah, hingga mereka transmigrasi. Karena tidak ingin mengganggu anak cucu”. Kata Zaman menerima pesan.
Keterangan Zaman ini dikuatkan oleh Rawei (60) warga Lolo Hilir. Menurutnya, ketika ia berada di tengah sawah merumput padi ia melihat benda bagaikan bola neon besar berkilau lewat dari tengah itu menuju Gunung Kunyit hingga cahaya bola itu mengecil dan menghilang.
“Saya melihat cahaya bagaikan bola neon besar yang menyilaukan mata, ketika itu diperkirakan jam 12 WIB siang, hingga saya kaget. Apo hal ini “kata Rawei penuh teka-teki.
Hingga malam hari Rawei bermimpi. Bola neon yang menyilaukan mata itu adalah para rombongan makhluk halus berpindah kawasan dengan berbagai peralatan dibawa.
“Dalam mimpi itu, saya melihat dengan jelas para makhluk tengah itu mengaku pindah dari kawasan tengah menuju Gunung Kunyit, seraya menitipkan pesan sampaikan pada anak cucu kami telah pindah ke Gunung Kunyit” kata mimpi aneh itu, setelah melihat lampu neon besar di siang hari.
lebih menarik lagi tengah ini ada peliharaan Nenek berupa tujuh ekor Naga. Ini terulang dalam legenda mistik sejarah Segindo Batinting dalam upaya menghanyutkan Pulau Sangkar-Tamiai.
“Naga yang paling ganas adalah Naga Treh dan Naga Sakti. Ini dipelihara karena pertentangan menghanyutkan Pulau Sangkar itu. Karena perebutan wilayah kekuasaan” kata Yapan, warga Lempur Mudik
Cerita berkembang di masyarakat meski naga ini tidak pernah menampakkan diri. Berbagai sumber di Gunung Raya menuturkan, bila mereka memancing di bandar Ula Nago ini, memang merasa keanehan karena sering kali saat memancing, senja tiba, ikan mengena. Sulit menemukan jalan pulang.
Anehnya ada saja tiang penghubung. Ketika berada di atas merasakan titian itu teras licin tanggung. Ketika sampai di seberang. Titian itu sudah tidak ada hingga membuat para pecandu mancing itu ngebut.
“Titian itu adalah Ular Nago, pelihara para leluhur, di duga bersemayam banda Ular Nago itu, namun tidak ada yang membahayakan anak cucu”. Kata supranatural Gunung Raya, Ahya.
Gajah ini sebesar Badak sumatera muncul mendadak dari permukaan air lingkat Kala senja tidak beberapa jauh dari areal tempat pemancingan di seberang batang air.
Saya melihat dengan mata telanjang gajah hino itu di senjo hari, kala hujan gerimis saya perhatikan ia menghembus nafasnya dengan semburan air
bagaikan gerimis-gerimis kecil, hingga membuat saya lari terbirit-birit hingga demam tiga hari setelah menyaksikan “keajaiban itu” kata Hasan bengkel, warga Muaro Lolo itu.
Sementara itu di sebelah kanan, jalan ke Lempur, 100 meter sebelum PLN terdapat pula sumber mata air. Dinamai Mata Air Tujuh ini dipenuhi oleh Tujuh Makhluk Halus penjaga mata air.
Dalam ketarawangan mistik makhluk halus ini berbadan pendek. Perut buncit. Mata merah. Mulut miring ke kiri. Tangan dengan kuku memanjang. Mulut berhawa panas meraung bagaikan suara mengerang.
Menurut pengakuan, Rahim (40) warga Sekungkung yang tingggal tidak beberapa jauh dari kawasan ini memang mengaku ada penghuni. Karena katanya, bila mengambil air dimalam hari dan tengah merasakan geteran mendirikan bulu kuduk.
Keterangan ini dibenarkan, supranatural Gunung Raya, Ahya untuk mengambil di kawasan mata air tujuh ini jangan mengambil di tengah hari jam 12.00 siang, misalnya itu tidak boleh.
“Karena jam 12.00 siang anak jin yang ada di mata air tujuh ini turun mandi, hingga bila mereka fatal akibatnya”. Kata Ahya sembari berharap ambil air usai jam itu.
Pengakuan ini dibenarkan pula oleh, Ali warga Jangkat beberapa tahun silam. Kala itu ia melemparkan kayu dari atas perbukitan, hingga tepat sasaran mata air, malam bermimpi. Ia didatangi makhluk halus perut buncit, mata merah, ia meminta untuk tidak mengganggu tempat bersemayamnya.
“Saya, memang didatangi oleh mahkluk halus setelah melemparkan sepotong kayu. Saya tidak tahu itu tempatnya. Saya minta maaf, namun untung saya tidak dipukuli mahkluk menyeramkan itu”. Kata Ali.
Cerita berkembang sebelum nenek Muning wafat. Ia meninggalkan pusaka berupa Sorban dan Tongkat. Tongkatnya diyakini masyarakat menjadi Ular Nago, barang siapa yang berhasil menemukan sorban yang terbenam di “ Tengah ” maka ia dapat mencapai Mekkah.Sedangkan jalan ular nago itu. Yang sekarang telah menjadi Bandar aliran air sawah masyarakat. Sampai sekarang masyarakat mengenal tengah dengan sebutan Bandar Ular Nago.