mk

Easter Text - http://www.eastertext.com

fm

p

Sekilas info

Misterikerinci-Aksi kelulusan siswa di Kerinci dengan aksi corat-coret.

10 August 2006

Gunung Kunyit


Gunung kunyit salah satu objek wisata. Yang keberadaanya masih asri. Gunung Kunyit menyimpan cerita sejarah. dilatar belakangi kisah manusia menikah dengan dewa. Objek ini terletak dikecamatan Gunung Raya. Tepatnya didesa Talang kemuning.
Gambar terlihat adalah taman dewa.Bagi anda pecinta alam, kawasan ini sangat cocok untuk wisata menghilangkan stress. Mentari pagi bersinar. Burung-Burung berkicau.Kesejukan hawa alam sangat dingin.

Gunung Kunyit

09 August 2006

Sejarah dari kalbu Depati Jujun

SEJARAH DARI KALBU DEPATI JUJUN

Asal USUL DARI NENEK KALBU DEPATI JUJUN ADALAH BERASAL DARI JAWA MATARAM. DIANYA DUA BERADIK : 1. KAKAKNYA BERNAMA TUAN BUJANG 2. ADIKNYA BERNAMA DAYANG GADIS IKUT SERTA DALAM ROMBONGAN “PENGURANG (ANAK SEMANG) DUA ORANG : 1. LAKI-LAKI NAMANYA PENJUTO.2.PEREMPUAN NAMANYA AYU

BERANGKAT DARI JAWA MATARAM PERGI KE PALEMBANG, KEMUDIAN DARI PALEMBANG PERGI KEMUKO-MUKO, DARI MUKO-MUKO PERGI KE TALANG PETAI, DARI TALANG PETAI MEREKA TERUS PERGI KE SUATU RENAH, SAMPAI KESUATU RENAH TERSEBUT MATI ANAK SEMANGNYA PENJUTO. ITULAH SEBABNYA RENAH TERSEBUT DIBERI NAMA DENGAN RENAM PENJUTO.

KEMUDIAN KETIGA ORANG TERSEBUT BERJALAN LAGI HINGGA SAMPAI PADA RENAH YANG BANYAK JANIT, DINAMAKAN RENAH TERSEBUT DENGAN NAMA RENAH SEJANIT, DAN MELIHAT GUNUNG SATU SAJA, DINAMANYA GUNUNG TERSEBUT DENGAN NAMA GUNUNG BUJANG. KEMUDIAN MEREKA BERJALAN LAGI HINGA BERTEMU DENGAN UJUNG BATANG AIR, MEREKA BERTENANG / BERISTIRAHAT DI TEMPAT TERSEBUT DAN ADIKNYA INGIN MENETAP DITEMPAT ITU, MAKA DIDIRIKANLAH PONDOK , DITANAMNYA LIMAU MANIS, BUNGA-BUNGA DAN TEMPAT MANDI. TEMPAT TERSEBUT DINAMAKANNYA UJUNG TENANG.

KEMUDIAN KAKAKNYA TUAN BUJANG MINTA IZIN HENDAK BERJALAN, SEBELUM BERANGKAT DIA BERPESAN “ KALAU ADA ORANG YANG INGIN HENDAK KAWIN DENGAN KAU, HENDAKLAH DIBAKAR KEMENYAN PUTIH, BOLEH AKU TIBA ”. SETELAH MINTA IZIN, TUAN BUJANG PERGI BERJALAN PERGI KE LOLO, TIBA DI LOLO NENEK ORANG LOLO KEMATIAN ISTERINYA, DAN TINGGAL DUA BERANAK DENGAN ANAK GADISNYA, TUAN BUJANG DIPANGGIL SINGGAH KEPONDOKNYA.

DAN KEMUDIAN LAGI TUAN BUJANG BERJALAN LAGI KE PULAU SANGKAR, SAMPAI DISANA BERTEMU DENGAN ORAN RAMAI, KIRANYA DISITU ADA ORANG KEMATIAN ANAK GADIS, DIWAKTU TUAN BUJANG DUDUK DALAM ORANG RAMAI, TERBAU OLEHNYA BAU KEMENYAN. DIA MINTA IZIN LANGSUNG PULANG KE UJUNG TENANG. SETELAH SAMPAI DI PONDOK ADIKNYA TUAN BUJANG BERTANYA KEPADA ADIKYA DAYANG GADIS,

“ APAKAH BENAR KAU YANG MEMBAKAR KEMENYAN, ATAU TIDAK “. JAWAB ADIKNYA “ MEMANG BENAR AKU YANG MEMBAKAR KEMENYAN. “APAKAH SEBABNYA KAU MEMBAKAR KEMENYAN”, TANYA TUAN BUJANG. “ ADA ORANG YANG HENDAK KAWIN DENGAN SAYA”, JAWAB DAYANG GADIS, “ KALAU BEGITU LEBIH BAIK KITA JEMPUT ORANG TUA KITA KE JAWA MATARAM”, KATA TUAN BUJANG.

TUAN BUJANG KEMBALI KE JAWA MATARAM. SAMPAI DISANA AYAHNYA SUDAH TIADA ATAU SUDAH MENINGAL DUNIA. HANYA IBUNYA SAJA YANG MASIH HIDUP, NAMA IBUNYA MARIAM. SETELAH MEMBERI TAHU TENTANG ADIKNYA MAU KAWIN, MAKA IBUNYA MEMBERI IZIN PADA ADANYA TUAN BUJANG UNTUK MENGAWINKAN ADIKNYAKNYA. KEMUDIAN TUAN BUJANG KEMBALI KE UJUNG TENANG.

SETELAH SAMPAI DI UJUNG TENANG, DI PONDOK ADIKNYA, DIBAKARNYALAH KEMENYAN PUTIH, KEMUDIAN DATANGLAH SEORANG YANG GAGAH DAN TAMPAT, YANG NAMANYA WALI ALLAH. SETELAH MENDAPAT KATA SEPAKAT, MAKA DILANGSUNGKANLAH PERKAWINAN ANTARA WALI ALLAH DENGAN DAYANG GADIS.

WALIA ALLAH DENGAN ISTERINYA DAYANG GADIS MEMPUNYAI SATU ORANG ANAK, NAMANYA DAYANG SETI. DIWAKTU DAYANG SETI MANDI BERLIMAU, AMPAS LIMAUNYA DIHANYUTKAN DI MUARO UJUNG TUO. SEWAKTU SAGINDI KUMBANG MANDI KEBETULAN DITEMUKANNYA ADA AMPAS LIMAU DIHANYUTKAN OLEH AIR DAN SAGINDO KUMBANG BERPENDAPAT BAHWA ADA PULA ORANG YANG DIAM DI HULU BATANG AIR INI.

SETELAH SAGINDO KUMBANG MANDI, DIA PULANG KEPONDOKNYA LALU DIGANTILAH PAKAIAN, LANGSUNG MUDIK KE HULU SUNGAI BATANG AIR JUJUN. SETELAH SAMPAI DIHILU BATANG AIR JUJUN, DILIHATNYA ADA TEPIAN, ADA RUMAH, ADA KEBUN BUNGA DAN ADA KAIN BASAH. KEMDUIAN DIA MANDI DAN SETELAH SELESAI DARI MANDI DIA BRPAKAIAN KEMBALI, BERSISIR, BERGURIH DITEPIAN TEMPAT MANDI.

SEWAKTU AYU TURUN KEHALAMAN DILIHATNYA ADA SEORANG LAKI-LAKI DITEPIAN, LANGSUNG KEMBALI KERUMAH DIBERITAHUNYA KEPADA DAYANG GADIS DAN DAYANG SETI. LANTAS DAYANG GADIS DAN DAYANG SEATI MENYURUH MEMANGGILNYA KEPONDOKNYA.

SETELAH SAMPAI, 4 DAN 5 HARI BERDIAM DI RUMAH TERSEBUT, LANTAS SAGINDO KUMBANG MELAMAR HENDAK KAWIN DENGA DAYANG SETI. DIBAKARNYALAH KEMENYAN PUTIH OLEH DAYANG GADIS MAKA TIBALAH WALI ALLAH DAN TUAN BUJANG, KAENA WAKTU ITU WALI ALLAH DAN TUAN BUJANG TIDAK BERADA DIRUMAH. KEMUDIAN DILANGSUNGKANLAH PERKAWINAN ANTARA SAGINDO KUMBANG DAN DAYANG SETI.

SAGINDO KUMBANG DAN DAYANG SETI MEMPUNYAI TIGA ORANG ANAK YAITU :

1. RABIYAH MEH

2. RABIYAH BULAN

3. RABIYAH MELUR

SEWAKTU SAGINDO KUMBANG MASIH MEMPUNYAI SATU ORANG ANAK, YAITU : RABIYAH MEH, SAGINDO MEMBAWA ANAK ISTERIYA KE UJUNG TUO TEMPAT SAGINDO KUMBANG SEMULA. DAYANG SETI MENYURUH SUAMINYA SAGINDO KUMBANG UNTUK BERANGKAT LEBIH DAHULU, DAN BARU KEMUDIAN DIA DAN ANAKNYA MENYUSUL. SETELAH SUAMINYA SAGINDO KUMBANG BERANGKAT, MAKA DAYANG SETI MENGGENDONG ANAKNYA DAN DILENTUKNYA MANAU KUNING JADI TITIAN KE UJUNG TUO. SAGINDO HERAN MELIHAT ANAK DAN ISTERINYA LEBIH DAHULU SAMPAI DI UJUNG TUO.

DAYANG SETI MELARANG SUAMINYA MEMBUKA TUTUP PERIUK. SEWAKTU ISTERINYA TIDAK DI RUMAH YAITU PERGI MANDI KE AIR, MAKA SAGINDO KUMBANG MEMBUKA TUTUP PERIUK KIRANYA BERISI AOR. SETELAH ISTERINYA KEMBALI KE .PONDOK DIA SANGAT MARAH, MKA DIGENDONGKANLAH ANAKNYA DAN DILENTUKKANNYA MANAU KUNING JADI TIAN PERGI KE HIANG. SAMPAI DIHIANG BERJUMPA DENGAN SEORANG LAKI-LAKI DAN BERKATA-KATA DENGAN LAKI-LAKI TERSEBUT (DENGAN ISTILAH SEKARANG NENK HIANG HILANG DIHALAMAN), KEMUDIAN DILENTUKNYA LAGI MANAU KUNING, SAMPAILAH DIA DUA BERANAK DI UJUNG TUO. KEMUDIAN SUAMINYA KEMBALI JUGA KE UJUNG TENANG DAN MENETAPLAH MEREKA SEKELUARGA DI UJUNG TENANG, KEMUDIAN MEREKA MEMPUNYAI DUA ORANG ANAK LAGI.

SETELAH ANAK-ANAKNYA DEWASA MAKA DIKAWINKANNYA DENGAN ;

1. RABIYAH MEH DIKAWINKANNYA DENGAN RIO JAUH

2. RABIYAH BULAN DIKAWINKANYA DENGAN RIO TINJAU

3. RABIYAH MELUR DIKAWINKANNYA DENGAN RIO JEMPUT

RABIYAH MEH DENGA RIO JAUH MEMPUNYAI SEORANG ANAK YAITU : MEH BALI. SETELAH DEWASA MEH BALI DIKAWINKAN DENGAN M. NUR GELAR DEPATI JUJUN TULANG TUNGGAL.

SETELAH BERTAHUN-TAHUN MENETAP DI UJUNG TENANG, OLEH KARENA BANYAK GANGGUAN BINATANG BUAS DAN KENDALA LAIN. LANTAS MENGUNGSI KE MUARO (KE UJUNG TUO). KEMUDIAN OELH KARENA DI UJUNG TUO TIDAK DIIZINKAN UNTUK TEMPAT TINGGAL MAKA M. NUR GELAR DEPATI JUJUN TULANG TUNGGAL BESERTA ANAK ISTERINYA, LARI KE KETENGAH MENCARI TEMPAT UNTUK MENDIAM, UNTUK MELATIH NEGERI, TEMPAT ITU DINAMAKANNYA DENGA DUSUN MALAKO KECIL (DENGAN ISTILAH SEKARANG DENGAN NAMA DUSUN LAMO JUJUN).

M. NUR GELAR DPATI JUJU TULANG TUNGGAL DENGAN ISTERINYA MEH BALI MEMPUNYAI DUA ORANG ANAK YAITU : 1. SAMINA DIKAWINKANNYA DENGAN GUSTI GELAR DEPATI JUJUN 2. RUSNI DIKAWINKAN DENGAN HARUN (PUTUS WARIS)GUSTI DENGAN SAMINA MEMPUNYAI SATU ORANG ANAK YAITU SAIMA.SAIMAH DIKAWINKAN DENGAN TUNGKAT GELAR DEPATI JUJUN ANAK DARI SAIMAH DENGAN TUNGKAT MEMPUNYAI DUA ORANG ANAK, YAITU :1. GADIS ATEM 2. TUAH

KEMUDIAN GADIS ITEM DIKAWINKAN DEANGAN SAPINDO GELAR DEPATI JUJUN.

SAPINDO DENGAN GADIS ITEM MEMPUNYAI SATU ORANG ANAK, YAITU UPAH. UPAH KEMUDIAN DIKAWINKAN DEANGAN SIGAU GELAR DEPATI JUJUN. SIGAU DAN UPAH MEMPUNYAI SATU ORANG ANAK YAITU BERNAMA MANGKA.

MANGKA KEMUDIAN DIKAWINKAN DENGAN LINGGANG GELAR DEPATI JUJUN LINGGA DENGAN MANGKA MEMPUNYAI TIGA ORANG ANAK, YAITU : 1. SEMBAI SUAMINYA M. TAWA 2. GAGIK SUAMINYA HAJI MARAJO 3. HAJJAH KADARIAH SUAMINYA HAJI SUTAN TAHAR M. TAWA DENGAN SEMBAI MEMPUNYAI TIGA ORANG ANAK, YAITU : LINGGUK SUAMINYA TUPANG GELAR DEPATI JUJUN, NINIK MAMAKNYA SUTAN TAHAR GELAR RAJO BATUAN

1. HAJI MARAP HAJI LIMAH HAJI MARAJO DENGAN GAGIK MEMPUNYAI TIGA ORANG ANAK, YAITU :1. HAJI LIMAH 2. HAJI TAHAR GELAR DEPATI JUJUN (DIPEGANG OLEH ANAK JANTAN) DENGAN NINIKMAMAKNYA HAJI THAIB GELAR RAJO BATUAH 3. HAJI YUSUP HAJI SUTAN TAHAR DENGAN HAJJAH KADARIAH MEMPUNYAI TIGA ORANG ANAK, YAITU :1. HAJI M. LAZIM 2. HAJI DARUSSMIN 3. DAREK LUNGGUK MEMPUNYAI ANAK EMPAT ORANG, YAITU ;1. ZAINAB 2. GADIS ITEM 3. HAJI KALSUM4. HAJI TIJAH HAJI TIJAH KAWIN DENGAN HAJI AHMAD GELAR DEPATI JUJUN, DENGAN NINIK MAMKNYA M. IZIN GELAR RAJO BATUAN. SETELAH ITU YANG MENJADI DEPATI JUJUN ADALAH ; HAJI ABU BAKAR GELAR DePATI JUJUN (SUAMI DARI DAREK), DENGAN NINIK MAMAKNYA ARIF GELAR RAJO BATUAH.

WARIS DARI ZAINAB : HAJI RABOKIAH ANAKNYA SITI RAMLAN BERSUAMIKAN DENGAN HASYIM GELAR DEPATI JUJUN, DENGAN NINIK MAMAKNYA AHMAD RATO GELAR RAJO BATUAH. WARIS DARI HAJI LIMAH YAITU HAJI SAUYAH, ANAKNYA YANG MENYANDANG PUSAKO ADALAH HAJI RAINAH BERSUAMIKAN HAJI GUSLI GELAR DPATI JUJUN, DENGAN NINIKMAMAKNYA HAMZAH GELAR RAJO BATUAH. ANAK DARI DAREK ADALAH SAMSIAH, ANAK YANG MENYANDANG PUSAKO ADALAH RAMANI BERSUAMIKAN HAMZAH GELAR DEPATI JUJUN, DENGAN NINIK MAMKNYA KADIR GELAR RAJO BATUAH.

PADA TAHUN 1978 DINOBATKANLAH HASMIT MEMEGANG GELAR DEPATI JUJUN YANG KE 14, DENGAN NINIK MAMKNYA SAMSIR GELAR RAJO BATUAH. HASMIT MEMEGANG GELAR DEPATI JUJUN ADALAH SUAMI DARI DAHNIAR WARIS SITI RAMLAN.

PADA TANGGAL 6 MAI 2005 HARI JUM’AT MALAM SABTU MAKA DI NOBATKANLAH IKHSAN BIN MAJID UNTUK MENJADI DEPATI JUJUN YANG KE 15 DENGAN NINIK MAKA JUPREN BIN TENGKU WALAT, MENJADI NINIK MAMAK RAJO BATUAH IKHSAN BIN MAJID MEMEGANG GELAR DEPATI JUJUN. WARIS DARI HAJI SAWIYAH DARI KALBU KAGUIK YANG MENYANDANG PUSAKO DEPATI JUJUN ADALAH PADA ISTERI DAN YANG MENJALANKAN TUGAS ADALAH SUAMINYA, DAN BERGELAR DEPATI JUJUN.

MENURUT SILSIALAH SEJARAH DEPATIU JUJUN SAMPAI SAAT INII TELAH TERCATAT 15 KALI GANTI GILIR ORANG-ORANG YANG MEMANGKU GELAR DEPATI JUJUN. SEJARAH DARI KALBU DEPATI JUJUN, DALAM NEGERI JUJUN DIBUAT DIATAS RUMAH ADAT DEPATI JUJUN, DIHDAPAN ANAK JANTAN ANAK BATINO.

SEJARAH INI DISALIN DARI ASLINYA PADA TANGGAL 6 JUNI 2006

JUJUN, 6 JUNI 2006

DEPATI JUJUN

1. IKHSAN BIN MAJID GELAR DEPATI JUJUN

2. JUPREN BIN TENGKU WALAT NINIK MAMAH RAJO BATUAH

3. ANAK JANTAN DEPATI JUJUN

1. SUMBAU

2. SYAMSIR GELAR DEPATI JAYO

3. BAHTIAR JAFAR

4. KAMIL MUSLIM

5. SARTONI NAWI (ANAK BATINO DEPATI JUJUN)

05 August 2006

Bandar Ular Nago

"Tengah". itu sebutan yang dikenal sehari-hari orang lebih mengenal dengan sebutan bandar Ular Nago ini,terletak antara Lolo dan Lempur-Gunung Raya, merupakan areal persawahan berhutan kayu berlahan gambut. Padi ditanam tidak tumbuh dengan baik. di tengah areal ini terdapat aliran sungai tempat ular nago bersemayam. Benarkah ?

Kawasan belum begitu berani tidak digarap masyarakat. Karena menyimpan unik bakal mendirikan bulu roma.Menurut cerita berkembang di masyarakat pada zaman silam hidup menyebar islam, dengan sebutan Ninek Muning. Aslinya, Indra Bangsawan syah. Dalam legenda itu diceritakan bahwa kawasan tengah adalah tempat tinggal para leluhur orang Lolo dan Lempur.

Memang saya telah menembak burung ditengah itu kala itu. Hujan rinai senja namun burung punai menjadi incaran. Mengabiskan 5 peluru namun burung itu makin mendekat namun sasaran diarahkan, burung itu tidak kena dan takkan pernah kana kata” Razaman warga Pasar Kerman.

Karena burung yang jadi incaran tidak kena. Berhenti di bawah pohon, namun aneh di tengah hutan ada orang berpakaian hitam dengan mirip pakaian orang silat menghampiri. Ia mengaku bernama Simambang Tunggal menawarkan sebatang rokok daun aren.

“Saya harap Saudara jangan kaget dengan saya, saya Simambang Tunggal penghuni kawasan ini. Silakan merokok, ini rokok saya daun aren katanya menawarkan rokok daun aren itu.

Zaman mengakui ia telah ditunjukkan berbagai tempat hunian orang halus di tengah itu. Ada semacam tanah kuburan panjang. Ada lobang, ada tanaman obat-obatan.

“Ia menunjukkan kepada saya sebagai tempat di tangah. Ada tanah berbentuk kuburan. Ada tanaman obat-obatan. Akhirnya saya diberi bambu, berbentuk aur sekeping sebagai titipan tanda mata. Kini tersimpan di rumah saya “kata Zaman menerangkan titipan itu bisa berbunyi bagai anak ayam bila ada musibah menimpa kawasan Lolo sekitarnya.

Menurut Zaman yang diceritakan Simambang Tunggal kepadanya, Nenek orang Lolo semuanya telah bersemayam di Gunung Kunyit tidak beberapa jauh di Gunung Raya. Semuanya telah di sana.

“Kata Simambang Tunggal Nenek orang Lolo yang ada di Gunung Kunyit. Karena tempat dan areal bakal dijadikan sawah, hingga mereka transmigrasi. Karena tidak ingin mengganggu anak cucu”. Kata Zaman menerima pesan.

Keterangan Zaman ini dikuatkan oleh Rawei (60) warga Lolo Hilir. Menurutnya, ketika ia berada di tengah sawah merumput padi ia melihat benda bagaikan bola neon besar berkilau lewat dari tengah itu menuju Gunung Kunyit hingga cahaya bola itu mengecil dan menghilang.

“Saya melihat cahaya bagaikan bola neon besar yang menyilaukan mata, ketika itu diperkirakan jam 12 WIB siang, hingga saya kaget. Apo hal ini “kata Rawei penuh teka-teki.

Hingga malam hari Rawei bermimpi. Bola neon yang menyilaukan mata itu adalah para rombongan makhluk halus berpindah kawasan dengan berbagai peralatan dibawa.

“Dalam mimpi itu, saya melihat dengan jelas para makhluk tengah itu mengaku pindah dari kawasan tengah menuju Gunung Kunyit, seraya menitipkan pesan sampaikan pada anak cucu kami telah pindah ke Gunung Kunyit” kata mimpi aneh itu, setelah melihat lampu neon besar di siang hari.

lebih menarik lagi tengah ini ada peliharaan Nenek berupa tujuh ekor Naga. Ini terulang dalam legenda mistik sejarah Segindo Batinting dalam upaya menghanyutkan Pulau Sangkar-Tamiai.

“Naga yang paling ganas adalah Naga Treh dan Naga Sakti. Ini dipelihara karena pertentangan menghanyutkan Pulau Sangkar itu. Karena perebutan wilayah kekuasaan” kata Yapan, warga Lempur Mudik

Cerita berkembang di masyarakat meski naga ini tidak pernah menampakkan diri. Berbagai sumber di Gunung Raya menuturkan, bila mereka memancing di bandar Ula Nago ini, memang merasa keanehan karena sering kali saat memancing, senja tiba, ikan mengena. Sulit menemukan jalan pulang.

Anehnya ada saja tiang penghubung. Ketika berada di atas merasakan titian itu teras licin tanggung. Ketika sampai di seberang. Titian itu sudah tidak ada hingga membuat para pecandu mancing itu ngebut.

“Titian itu adalah Ular Nago, pelihara para leluhur, di duga bersemayam banda Ular Nago itu, namun tidak ada yang membahayakan anak cucu”. Kata supranatural Gunung Raya, Ahya.

Gajah ini sebesar Badak sumatera muncul mendadak dari permukaan air lingkat Kala senja tidak beberapa jauh dari areal tempat pemancingan di seberang batang air.

Saya melihat dengan mata telanjang gajah hino itu di senjo hari, kala hujan gerimis saya perhatikan ia menghembus nafasnya dengan semburan air bagaikan gerimis-gerimis kecil, hingga membuat saya lari terbirit-birit hingga demam tiga hari setelah menyaksikan “keajaiban itu” kata Hasan bengkel, warga Muaro Lolo itu.

Sementara itu di sebelah kanan, jalan ke Lempur, 100 meter sebelum PLN terdapat pula sumber mata air. Dinamai Mata Air Tujuh ini dipenuhi oleh Tujuh Makhluk Halus penjaga mata air.

Dalam ketarawangan mistik makhluk halus ini berbadan pendek. Perut buncit. Mata merah. Mulut miring ke kiri. Tangan dengan kuku memanjang. Mulut berhawa panas meraung bagaikan suara mengerang.

Menurut pengakuan, Rahim (40) warga Sekungkung yang tingggal tidak beberapa jauh dari kawasan ini memang mengaku ada penghuni. Karena katanya, bila mengambil air dimalam hari dan tengah merasakan geteran mendirikan bulu kuduk.

Keterangan ini dibenarkan, supranatural Gunung Raya, Ahya untuk mengambil di kawasan mata air tujuh ini jangan mengambil di tengah hari jam 12.00 siang, misalnya itu tidak boleh.

“Karena jam 12.00 siang anak jin yang ada di mata air tujuh ini turun mandi, hingga bila mereka fatal akibatnya”. Kata Ahya sembari berharap ambil air usai jam itu.

Pengakuan ini dibenarkan pula oleh, Ali warga Jangkat beberapa tahun silam. Kala itu ia melemparkan kayu dari atas perbukitan, hingga tepat sasaran mata air, malam bermimpi. Ia didatangi makhluk halus perut buncit, mata merah, ia meminta untuk tidak mengganggu tempat bersemayamnya.

“Saya, memang didatangi oleh mahkluk halus setelah melemparkan sepotong kayu. Saya tidak tahu itu tempatnya. Saya minta maaf, namun untung saya tidak dipukuli mahkluk menyeramkan itu”. Kata Ali.

Cerita berkembang sebelum nenek Muning wafat. Ia meninggalkan pusaka berupa Sorban dan Tongkat. Tongkatnya diyakini masyarakat menjadi Ular Nago, barang siapa yang berhasil menemukan sorban yang terbenam di “ Tengah ” maka ia dapat mencapai Mekkah.Sedangkan jalan ular nago itu. Yang sekarang telah menjadi Bandar aliran air sawah masyarakat. Sampai sekarang masyarakat mengenal tengah dengan sebutan Bandar Ular Nago.

Sepengal kisah

Cerita rakyat
Lolo-Gunung Raya-Kerinci

Matahari baru sepengalah. kelabang pagi menyanyikan nyanyian alam menyambut Mentari pagi. Rimbunya pepohonan menembus belantara membuat makluk penghuni didalamnya merasa senang.Burung-burungpun berkicau. Dedaunanpun masih basah oleh embun pagi.Dari kejauhan rimbunya hutan belantara itu terlihat seorang lelaki berbadan kekar Berkostum kulit kayu. bertopi caping bambu, dengan keris Sakti Muna tertancap dipinggang bahagian kiri. ia tampaknya, seorang pengembara, baru saja turun dari perbukitan menuju aliran sungai batang lolo.

Di Lolo terdapat sebuah sungai. Aliran airnya dari pegunungan Gunung Kunyit. Aliran air ini berhutan lebat. Mampu menyimpan sumber air yang banyak. Karena rimbunya pepohonan .Lelaki pengembara itu. Setiap paginya. Mengambil air dialiran sungai Lolo ini. Kala mengusap mukanya, di Sungai Lolo itu. Ia merasa heran ada jeruk purut hanyut dialiran batang air Lolo itu. Ini artinya ada orang berlimau dihulu sungai katanya membathin dalam hati.“ Ada jeruk purut purut hanyut. Ini berarti ada orang mandi berlimau dihulu sungai batang air ini” katanya membathin dalam hati.

Lelaki kekar itu dengan santai kembali keatas perbukitan sungai. Setelah membawa air kedalam kendi bambu terpasang di pikulan diketiak kirinya. Dengan hanyutnya, jeruk purut membuat teka-teki lelaki asal mataram itu tiada habis pikir. Menunjukan ada kehidupan di Gunung Kunyit. Ia berpikir untuk Memecah misteri itu.

“ Apa sebenarnya makluk yang menghuni hulu sungai ini. Aku akan segera menyisir perbukitan rimbun ini” katanya membathin dalam hati.Dengan langkah tegar seorang pengembara menyusuri perjalanan. Sesekali tampak sesengukan berhenti dirindangnya pepohonan dengan menghirup air yang dibawanya dalam tabung bambu, yang dipasangkan dipikulan diketiak kirinya.

Dari kejauhan rimbunya pepohonan terlihat seorang wanita paruh baya. Wanita itu mengunakan kostum kulit kayu. Terlihat melilit beberapa bahagian tubuhnya. Dibahagian dadanya terselempang kulit kayu usang. Ditangan kanan sebilah tongkat kayu. Setelah beberapa meter wanita itu bicara.
“ Siapa kau cari sanak” terdengar suara seorang perempuan. Lelaki bercaping bamboo, duduk dibawah pohon itu tidaklah menjawabnya spontan.“ Aku seorang pengembara. Aku sedang mencari mamaku (paman Pen), yang datang kesumatera beberapa tahun yang silam, tiada kembali. Apakah kisanak mengetahuinya” kata pendekar ini.

"Oh begitu” kata wanita itu,Saya tidak mengetahui. Coba engkau cari saja” Kata Wanita itu dengan perlahan kembali melanjutkan perjalanan menuruni bukit Gunung kunyit.Sang pendekar mempersilahkan wanita cantik itu menyusuri areal Gunung kunyit itu.” Saya permisi dulu sanak” kata cewek cantik itu.” Silahkan” kata Pendekar.

Gunung kunyit areal berliku-liku. Ada sejuta pesona. Memandang tiada puas. Anugerah pencipta. Diatas pegunungan nan sejuk ini. Ada sebuah keluarga. Keluarga segalambai nan tujuh kakak beradik. Kumpulan keluarga bidadari. “ Kapan ya kak. Saya akan mendapat jodoh manusia. Karena kehidupan kita jauh dari kehidupan dunia ramai. Hanya kita saja berada disini ” Kata Mandari Kuning dipagi hari kala mandi diTaman tujuh.

“ Adiku jangan berpikir yang macam-macam. Karena kalau soal jodoh. Itu urusan tuhan penguasa alam. Kita tidak bisa menebak rahasianya” kata sang kakak.Setelah usai mandi, mereka kembali ke Mahligai Gunung Kunyit. Sambil tertawa cekikan dan gurauan. dari mahligai mereka memandang wajah lelaki ganteng sedang menuju mahligai .

“ Itu ada orang menuju kearah mahligai kakak. Ia tampak ganteng sekali, mana tahu, itu jodohku kakak” kata Mandari Kuning menunjukan sesosok lelaki dengan jari kanan.“ Itu perasanmu saja. Mana ada lelaki ganteng dihutan lebat ini

Dari kejauhan areal Gunung Kunyit tampak wajah lelaki. Ia menyisir pegunungan. Wajah kelelahan terpancar diwajahnya. Sesekali memanjat bukit terjal.“ Ouw-oow, Siapa yang menghuni bukit Gunung Kunyit ini” kata lelaki Indra Bangsawansyah dengan lantang dan garang.“ Kamilah penghuni Gunung Kunyit ini” kata Mandari Kuning dengan lantang pula memberi jawaban.
“ Bagaimana cara, bila saya akan naik keatas mahligaimu ini” Kata Indra dengan penuh harap.“ Kalau mau naik keatas mahligai ini, saudara akan saya jadikan suami” kata Mandari Kuning dengan lembut. Namun tidak ada jawaban.

Lelaki kekar ini, memang tidak putus asa. Ia berusaha mencapai mahligai Gunung Kunyit tempat Bidadari itu.“ Kalau mau naik keatas ambil batu sebesar kepalan tangan sebanyakt tiga butir. Lemparkan seraya menaiki lemparan satu persatu” Kata Mandari Kuning.

“ Saya akan segera melaksanakan sebagaimana permintaan saudari” kata indra dengan penuh semangat. Atas permintaan itu, Indra bangsawansyah secara spontan telah berada diatas mahligai Gunung Kunyit.

“ Sesuai dengan perkataan saudari. Bila saya berhasil menaiki bukit terjal sampai pada mahligai ini, saya akan saudari jadikan suami” Kata Indra menuntut janji itu. “ Benar, saya akan penuhi janji kakanda, kata Mandari Kuning dengan penuh kegembiraan.Dua mahluk yang bakal melaksanakan akad nikah itu. Kebingungan, karena siapa yang bakal menikahkan mereka dihutan lebat itu.

Namun secara spontan dan gaib. Setelah mereka bersiap telah ada didepan mereka seorang lelaki berjubah dan berselendang gaya ulama.“ Saya yang akan menikahkan kalian” kata lelaki yang muncul secara gaib itu penuh hormat dan senyum. Lelaki gaib itu, bernama, Ketet Indar rekto, Keteit indar nyato Setelah usai Ijab Kabul secara spontan ketit indar rekto dan keteit indar nyato hilang seketika, lenyap bagaikan disambar petir.

EPISODE KETIGA

Setelah beberapa tahun kemudian. Perkawinan anak manusia. Mandari Kuning dengan indra Bangsawansyah. Buah cinta mereka lahir. Anak pertama, bernama Tunggak garang. Empat tahun kemudian lahir pula anak kedua, Simambang Tunggal.

Kehidupan dua insan, dalam menjalani hari-harinya. Indra Bangsawansyah mulai gelisah. Ia ingat tekadnya, untuk mencari mamanknya, Tuan Syeih-Tuan Syiak Mardan Junjung.Namun malang bakal timbul ketika dengan isterinya. Bermula dari pesan. Ia meminta Indra bangsawansyah selama ia kesungai. Meminta jangan membuka tutup periuk.

“ Saya meminta penuh harap selama saya berada di sungai, kakanda yang berada dirumah untuk tidak membuka tutup periuk.Indra diam saja. Apa yang dikatakan oleh isterinya itu. Namun dibathinya bergejolak. Misteri apa sebenarnya ada pada tutup periuk itu.

“ Mandari Kuning. Isteriku itu, memang aneh. Apa gerangan. Ia memintaku untuk tidak membuka tutup periuk belangga tanah itu!” Kata Indra Bangsawansyah penuh Tanya. Petuah isterinya ternyata membuat, ia tidak mematuhinya. Ia membuka tutup periuk belangga tanah. Anehnya, didalam Periuk itu, tidak ada apa-apanya.

Beberapa saat kemudian, sang isterinya, pulang dari Sungai langsung menuju dapur bertunggu batu. Setelah meletakan pakain kulit kayu itu.“ Sudah saya katakan pada kakanda, untuk tidak membuka tutup periuk, sebagaimana pesan saya, kala turun kesungai beberapa saat berlalu, ternyata kakanda tidak mengindahkanya” Kata Mandari Kuning dengan wajah cemberut bersemu merah.

“ Apa yang akan kita makan. Nasi tidak ada. Inilah ulah kakanda” imbuh Mandari.“ Lantas apa hubungan dengan kita” Kata Indra dengan penuh selidik.“ Kakanda hanya mencari gara-gara saja dengan dinda. Anak Pamanda telah besar di Bukit Kerman” Kata Mandari dengan amarah. Karena kemarahan isterinya, indra kembali mencari Pamanda dengan menyisir perbukitan dengan turun dari Gunung Kunyit.“ kalau, memang begitu. Aku akan segera turun dari Gunung Kunyit ini” kata Indra dengan penuh emosi.


KETEMU PEMANGKU GUNUNG RAYO.

Menapak perjalanan sang pendekar dari Gunung Kunyit dengan menyusuri batang air Lolo. Sesekali berhenti diperjalanan. Menikmati indah alam dibawah areal Gunung kunyit. Rawa dan areal membelukar dengan rerimbunan pepohonan.

Didalam perjalanan dari kejauhan, Mudik Dusun Lolo, teluk dalam, Terlihat seorang lelaki kekar. Ia juga kelihatan seorang pendekar berilmu tinggi. terpasang sebuah Keris dipingangnya dan sebuah tombak ditangan kananya.“ Siapa saudara” katanya dengan keras. “ saya Indra bangsawan pendekar Gunung Kunyit.” Saudara” Tanya Indra bangsawansyah setelah berhadapan. “ saya adalah pemangku Gunung Rayo” Kata pendekar ini.

Tiba-tiba tanpa ada komando, hanya terdengar suara eeeeeeet terjadi serangan mendadak oleh pemangku Gunung rayo. Dengan kekuatan tenaga dalam, dengan mentera ajian Sagempo Rayo menyerang pendekar Gunung Kunyit.“ Eeeet rasakan, ajian Sagempo rayo” kata pemangku Gunung raya dengan duduk setelah melakukan serangan secara membabi babi buta, namun dapat ditahan oleh Pendekar Gunung Kunyit. Meski sempat terlempar beberapa meter meringis menahan sakit pada bahagian dada.

Perseteruan dua pendekar ini tidak terelakan. Mereka masing-masing memiliki ajian mandra Guna. Pendekar Gunung Kunyit duduk bersimbuh menghimbun kekuatan dengan memanggil jin seribu jalan dayik-seribu jalan dahet hingga berputar-putar dengan mengangkat tangan dan melepaskan kedua telapak tangan

“ Terima serangan balasanku kawan, Ajian Jin seribu” kata indra membuat Pemangku Gunung rayo terlempar beberapa meter bersimpah peluh.Seorang satria, tentu tidak memilkiki sifat dendam dan membunuh. Kedua kesatria ini berjabat tangan setelah persetruan yang tiada kalah dengan menang.

“ Berdirilah kawan. Sebenarnya, saudara ini mau kemana” Tanya Pemangku Gunung rayo pada Indra dengan menarik tanganya. “ Saya ingin kebukit Kerman. Ingin menemui anak pamanda Tuan syeich Tuan syiak Mardan Junjung” Sambung indra sambil membersih kostum kulit kayunya yang berlumur tanah.“ Kenapa saudara kesana” Tanya pemangku pula. “ saya ingin bersilaturahmi dengan anak pamanda dan menemui anak gadisnya.

“ Tidak bisa” kata pemangku dengan garang. Pertempuran kembali terjadi. “ Saya juga berhak atas anak pamanda dibukit Kerman itu. Saya telah lama mengincarnya dari dulu” kata pemangku.Persetruan berulang-ulang itu tidak menemukan kata putus. Mereka kembali berdiplomasi. “ Sebaiknya” kata Indra. “ Sebaiknya bagaimana “ jawab Pemangku.

Beberapa saat berpikir. Indra memberi alternatif. “ kita adukan kekuatan berjalan, Saudara jalan diair, Saya jalan darat. Kesepakatan pun dibangun. Kedua mengangguk tanda persetujuan. Dua satria mulai cara-cara kasing-masing hingga tercapai tujuan mendapatkan anak pamanda Tuan syeh tuan syiak Mardan Junjung.

Setelah beberapa jam perjalanan. Salah seorang satria Gunung Kunyit telah duduk dirumah pamanda tuan syeich-tuan syiak Mardan Junjung, Namun pemangku Gunung Rayo dari kejauhan mulai kelihatan menaiki areal pendakian, bertanggo batu di Bukit Kerman. Hingga sampai pada sebuah rumah bambu. Tirai menghadap matahari hidup. Membuat kelihatan jelas orang yang datang.

“ Saudara baru datang. Saya telah memakan dua kali daun sirih dirumah mamak “ kata Indra bangsawansyah dihampiri oleh anak pamanda, Rabiah Bulan sambil melonggokan kepala ditirai Pintu.“ Silahkan kanda naik keatas rumah kanda” kata Rabiah bulan pada pemangku Gunung rayo dengan nafas ngos-ngosan berkacak pinggang.
“ Memang Rabiah bulan. Anak pamanda itu, pantas menjadi milik saudara” kata Pemangku yang langsung kembali berputar haluan. ( Jon Hendri.Hp.O85266140291)








p2

Create your own banner at mybannermaker.com!

pepatah

Rm