mk

Easter Text - http://www.eastertext.com

fm

p

Sekilas info

Misterikerinci-Aksi kelulusan siswa di Kerinci dengan aksi corat-coret.

06 September 2006

Horor

mITHOS

Dilatar belakangi kisah perbudakan. Meski diberi bongkahan emas untuk membebaskan. Karena tiada paham, HINGGA AKHIR HAYATNYA. kEMUDIAN Ia menampakan diri, dengan mengoda orang lewat.

Cerita siluman cantik yang mengoda para pengendara didepan batang Ambacang-Jalan Lempur-Gunung Raya ternyata masih berbuntut. Paisal,(40) Warga Pasar Kerman, mengakui belum lama ini, dirinya, pernah diminta antarkan pulang oleh Siluman cantik. Kala ia memikat burung diareal hutan jalan Lempur itu.

“ Waktu hari telah mulai senja. Saya ketemu dengan seorang wanita cantik. Usai memikat burung. Dengan nada memelas minta diantarkan pulang kerumahnya, yang katanya tidak terlalu jauh dari Batang ambacang itu.” Kata papa Sarli ini. Karena keburu sore, wanita cantik meminta antar, memang rasa hiba. Karena hari keburu senja Maka diantarkan pulang oleh Paisal. Meski dengan berat hati. “ Rasanya, telah jauh berjalan. Kaki telah terasa penat. Rumah tiada juga ketemu. Ketika ditanya, ia menjawab sudah dekat” urai Paisal.

Telah jauh berjalan. mulai curiga. Jangan-jangan. Ini bukan manusia. Perasaan mulai curiga. Didiamkan saja. Karena kasihan pada wanita cantik ini. Setelah jauh rasanya berjalan. Ada keanehan. Karena areal tiada kunjung ketemu rumah. Ini adalah hutan. Melihat gelagat wanita ini. Jangan-jangan ini siluman.

“ Saya merasa ada keanehan. Jangan-jangan bukan manusia, tapi siluman. Perassaan itu dibiarkan saja. Bulu kuduk mulai merinding. Tanpa dinyana langsung memacu diri sekeras-kerasnya berlari pulang. Menghantam semak-semak.“ Saya langsung lari, karena menghantar tiada kunjung jelas rumahnya. Saya takut. Itu hantu, saya langsung lari meninggalkan anak gadis cantik itu tanpa menoleh kebelakang.” Kata Suami Eti SMP 1 Gunung Raya ini.

Menurut cerita yang berkembang dimasyarakat. Dulu dinegeri kecil “ Lok-Lang”-Lolo Gedang-Pasar Kerman, Gunung Raya Dituturkan oleh, Armasiah, Warga Lolo Gedang-Pasar Kerman. Bermula dari cerita sebuah keluarga kaya. Dengan seorang pelayan, bernama, Jao, wanita cantik, yang telah ditingal mati oleh kedua orang tuanya. Kala mentari bersinar cerah diufuk timur wanita ini tugasnya mencuci pakaian dan mengambil air untuk memasak, guna memenuhi tuntutan pekerjaan majikannya. Jarak tidak berapa jauh dari batang ambacang itu.

Ketika usai pekerjaan rumah tangga. Wanita cantik ini pergi mandi dipancuran bambu disungai sambil berlimau dengan jeruk.nipis. Kala mandi sambil bernyanyi duduk dibatu pinggir sungai seraya melihat tetesan akhir air pancuran bambu. Ia merasa ada keanehan. Karena melihat tetesan air bambu itu berbunyi dengan merdunya. Bagaikan irama musik dan nyanyian dentingan air memecah kesunyian alam.

Dengan penuh heran mendekati. Penuh selidik. Ia melihat bongkahan emas dengan air pancuran bambu menetes diatasnya. Kian bersih dan tersibak dengan cahaya penuh kemilau kekuning-kuningan. “ Apa sebenarnya benda ini. Bukankah ini bongkahan mas” kata Jao membathin dalam hati seraya mengosok dengan jeruk nipis bekas berlimau. Karena heran. Ia langsung pulang sambil berlari-lari kecil untuk menyampaikan kepada warga sekitarnya. Karena melihat bongkahan emas berbentuk gong kecil. Setelah ia menyampaikan, berlarian semua warga melihat. Apa yang dilaporkan oleh Jao itu.

Setelah melihat masyarakat secara bersama-sama membongkar bongkahan emas sebesar gong kecil itu dengan mengunakan bambu. Upaya yang dilakukan itu tidak membuahkan hasil. Meski telah dicongkel dengan bambu telang, hingga pada kedalaman tanah, namun tetap tidak membuah hasil. Malam harinya. Jao bermimpi ketemu kakek tua dipancuran bambu itu.

“ Cucuku, sebenarnya, bongkahan emas itu. untuk melepaskanmu dari pekerjaan sebagai pembantu atau budak, hingga kau bisa mengolahnya menjadi kekayaan. Namun sangat disayangkan keberuntungan untuk dirimu. Kau memanggil orang lain untuk mengambilnya ” kata kakek tua itu, hingga Jao terjaga dari tidurnya. Karena keberuntungan yang tiada memihak membuat gadis ini kecewa hingga akhir hayatnya. Justru itulah. Ia sering menampakan diri .

No comments:

p2

Create your own banner at mybannermaker.com!
There was an error in this gadget
There was an error in this gadget

pepatah

Rm