mk

Easter Text - http://www.eastertext.com

fm

p

Sekilas info

Misterikerinci-Aksi kelulusan siswa di Kerinci dengan aksi corat-coret.

26 May 2008

PTP Kayu Aro angkat Kaki


PERKEBUNAN TEH KAYU ARO,

SEGERA ANGKAT KAKI DARI BUMI KERINCI.

Oleh :Drs. Syaiful Munar

Masyarakat kerinci sangat dirugikan dengan keberadaan PTPN.VI Kayu Aro selama ini, dimana dengan luas lahan yang ditempati 2.600 ha, yang dimasa zaman Kolonial Belanda luas perkebunan teh hampir 7000 ha, artinya kemampuan anak bangsa sendiri sangat terbatas dalam mengelola perkebunan besar seperti perkebunan teh kayu aro.

Kontribusi yang dapat disumbangkan PTPN VI bagi pembangunan kerinci hanyalah berupa pajak bumi dan bangunan (PBB) sebesar 700- 800 juta pertahun, artinya tidak sebanding dengan nilai pembangunan infra struktur jalan yang diberikan pemda kekawasan perkebunan ex.underneming Kolonial Belanda itu.

Berbagai kajian-kajian ekonomi yang detail telah menyimpulkan bahwa sangat menguntungkan bila perkebunan Teh yang ada sekarang dirobah total dengan jenis tanaman agribisnis, dengan sedikit pengolahan menjadi produk industri setengah jadi saja sudah menghasil rupiah sampai ratusan milyar pertahun.

Dengan demikian, sudah saatnya dialih fungsinya lahan perkebunan yang kaya unsur hara itu, untuk lahan pertanian yang lebih menjanjikan peningkatan Penghasilan Asli Daerah (PAD). Ketimbang selama ini cuma hanya PBB, dan masyarakat kerinci dihibur dengan hanya sebuah nama “harum” Teh kerinci nomor satu dunia, yach untuk apa itu semua, bagi rakyat daerah ini yang penting bagaimana bisa lebih dapat memberi dampak ekonomi yang lebih nyata , apa lagi dalam era otonomi daerah, sebenarnya tidak ada istilah lagi perusahaan nasional yang bercokol didaerah tanpa sharing provide yang jelas dengan pemda setempat.

Dalam pola alih managemen perusahan nanti, pihak Direktur dan manager ex.PTP.VI Kayu Aro tidak dirugikan,mereka kita beri kesempatan bekerja dengan penghasilan minimal masih sama besar seperti apa yang yang pernah mereka terima dari PTP.VI, begitupun untuk karyawannya kita masih memakainya, tentu sesuai dengan kebutuhan riil perusahaan baru nantinya.

Hanya saja pemda perlu merobah nama dari PTP.VI dirobah menjadi PT Kerinci Agro Tani, perobahan mendasar hanya pada jenis tanaman , kalau tadi tanaman teh melulu,tapi pada PT.Kerinci Agro Tani dirobah menjadi beberapa jenis tanaman pertanian seperti, Kentang, Ubi jalar,Ketela pohon,kacang kacangan, kol , bawang cabe,wartel dan lain sebagainya, sehingga dapat menumbuhkan produk agro industri , yang proses berikutnya untuk memenuhi bahan baku pabrik produk agro industri,yang dapat dijual ke manca negara.Dalam waktu dekat akan ada pertemuan tim teknis dengan semua dinas teknis terkait,untuk menyampaikan presentasi, dan pihak PTPVI kayu Aro akan diundang.

Dalam master plan pembangunan pertanian agro di kayu aro nanti, akan dilengkapi dengan lapangan terbang pesawat berbadan lebar sejenis air bass / jenis pesawat foker untuk sarana angkut sayur mayur ke daerah/manca negara yang memesannya, sehingga produk sayur mayur dengan cepat dapat sampai ke daerah / negara yang membutuhnya.

Disamping itu juga akan dibangun Lapangan Golf yang betaraf Internasional dan dilengkapi dengan sarana dan prasarana pengainapan dan pemandian serta kolam pemancingan komersiil. Pada sisi yang lain tidak jauh dari lahan pertanian sayur mayur, akan dibangun pula arena pacuan kuda dan sirkuit motor cross permanent. Untuk mencapai Kota Sungai Penuh maka akan dibangun transportasi elevator listrik, sehinga Kerinci akan penuh nuansa Kota Wisata yang indah dan terlengkap didunia .

Mengitari areal pertanian agro di daerah kawasan kayu aro segera dibangun kereta api listrik mini.Pancuran air terjun telun berasap akan dialih fungsikan menjadi sumber pengairan persawahan dan kolam-kolam perikanan disepanjang pinggiran perbukitan mulai dari Kayu Aro sampai Hiang,begitupu dipesisir perbukitan mulai dari daerah Desa Bento sampai Kecamatan Gunung Raya. Semoga.

No comments:

p2

Create your own banner at mybannermaker.com!
There was an error in this gadget
There was an error in this gadget

pepatah

Rm