mk

Easter Text - http://www.eastertext.com

fm

p

Sekilas info

Misterikerinci-Aksi kelulusan siswa di Kerinci dengan aksi corat-coret.

21 July 2009

Rusdi Kasim Menulis

Foto: Rusdi Kasim
Ketua KTNA Kerinci
berpidato di Hotel Mahkota
Selasa, 21 Juli 2009.







Hari Krida pertanian

dilupakan


Oleh : Rusdi Kasim

Pada tanggal 22 Juni 2009 lalu di Ibu kota Negara RI, telah dilaksanakan upacara Peringatan Hari Krida Pertanian (HKP) ke 37 dan untuk pertama kalinya di rayakan serentak di seluruh Indonesia.Tepatnya di Ibu kota Provinsi dan Kabupaten atau kota .Tema Acara Peringatan adalah “ Dengan semangat kebersamaan dan semangat kesetiakawanan kita tingkatkan Citra Pertanian “ berdasarkan informasi kegiatan HKP 21 Juni – 21 Juli 2009 seprovinsi akan ditutup di Bangko Kab. Merangin dalam bulan Juli 2009 ini.

Acara Penutupan HKP 2006 Provinsi Jambi pernah diadakan di Kerinci Tanggal 3 Agustus 2006, Bersamaan dengan peresmian Sub.Terminal Agrobisnis (STA) di Kayu Aro. Kerinci sebagai daerah sentra Pertanian Tanaman Pangan & Hortikultura di Provinsi Jambi, kita harapkan keberpihakan kepedulian pemuka masyarakat seluruh pelaku sektor pertanian (petani, nelayan, pedagang serta pengusaha pertanian dan pegawai negeri sektor pertanian) di tuntut tanggung jawabnya dan partisipasinya guna mendorong pertumbuhan sektor pertanian lebih giat dan lebih maju lagi.

Pada kesempatan ini mewakili petani dankelompok tani se-Kabupaten kerinci, saya mencoba mengingatkan kita semua, para pemuka, para pemimpin masyarakat Kerinci yang telah berkomitmen untuk membangun dan menumbuhkan ekonomi kerakyatan, berbasis agribisnis sektor pertanian guna mempercepat peningkatan, keberdayaan, kesejahteraan petani dan dipedesaan.

Peringatan HKP, sejajar dengan Hardiknas, hari Ibu, hari Koperasi dan hari-hari besar lainnyan bukan sekedar peringatan bersifat Seremonial.Tapi kegiatan-kegiatan bisa saja berbentuk sosialisasi kebijakan-kebijakan pembangunan sektor pertanian. Misalnya dengan temu rembug, mimbar sarasehan bersama Kelompok Tani dan Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani), pelatihan-pelatihan, gotong royong perbaikan saluran irigasi dan jalan usaha tani dan lain-lainnyaMemiliki tujuan mengerakkan masyarakat atas dasar kebersamaan dan semangat kesetiakawanan .

Apa itu Hari Krida Pertanian? (HKP) dan mengapa tanggal 21 Juni – 21 Juli ?

Ditetapkannya tanggal 21 Juni.Dalam sejarah pada 37 tahun lalu sebagai Hari Krida Pertanian (HKP), satu-satunya hari peringatan disektor pertanian oleh Mentri Pertanian RI waktu itu, berdasarkan pertimbangan,tanggal 21 Juni merupakan permulaan musim ke-1 dalam perhitungan Pranata Mangsa ”.

Pada akhir abad IX Masehi mulai diperkenalkan apa disebut “ PRANATA MANGSA”, yaitu cara pembagian dalam 12 musim setiap tahunnya,yang diuraikan secara lengkap tentang hujan, angin, Iklim, serangga/ hama penyakit, bila musim tanam, bila musim panen, kapan nelayan melaut, ke sungai, ke danau dan sebagainya, disaat tanggal 21 Juni inilah merupakan awal dari siklus 12 musim tersebut.

Ditinjau dari segi Astronomis (ilmu bintang), matahari sebagai sumber tenaga kehidupan makluk hidup,manusia,hewan dan tumbuh-tumbuhan,pada saat itu matahari berada di garis balik utara (23,5­­­° Lintang utara), disaat itu terjadi pergantian musim /iklim seirama dengan perubahan usaha pertanian.

Dibulan Juni – Juli ini merupakan hari penting bagi masyarakat pertanian dan masyarakat perikanan kegiatan panen berbagai komoditi, petani dan masyarakat pertanian berpesta – bersukaria, di HKP ini masyarakat pertanian (petani, nelayan, pedagang/ pengusaha pertanian, birakrat sector pertanian) memanjatkan puji syukur kepada Tuhan yang Maha Kuasa atas rahmat dan nikmat telah dilimpahkan kepada umatnya, berupa sumber daya alam yang melimpah, bumi yang subur, air, matahari, iklim yang bersahabat, fauna dan flora serta sumber mineral yang oleh kita masyarakat pertanian di olah dan dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat.

Pada waktu ini pula kita evaluasi kelemahan, kekurangan hambatan serta keberhasilan usaha sektor pertanian dan hal-hal pendukung mendorong keberhasilan untuk ditindak lanjuti dalam kebijakan – kebijakan akan datang.

Kita boleh bangga bukan berarti sombong atas prestasi dan kerja keras kita untuk pekerjaan mulya kita selama ini, sebagai penghasil pangan, penghasil bahan baku industri memenuhi kebutuhan hajat masyarakat banyak bahkan untuk dieksport guna menghasil devisa yang dibutuhkan untuk pembangunan perekonomian bangsa dan Negara.

Kita bersyukur dan bermohon untuk memperoleh rahmat yang lebih besar di masa depan atas sumber daya alam yang kita miliki dengan tanggung jawab mempertahan dan tetap melestarikannya.

Pada saat ini juga kita merenungi masa silam masa pendahulu-pendahulu kita telah mendaki gunung g tinggi, menuruni limbah dalam, menemukan hamparan luas di kelilingi bukit barisan sebuah hamparan luas dijadikan tempat pemukiman dan lahan pertanian yang diberi nama Kerinci (berasal dari Kehincaye atau Khincai), kepada Tuhan yang Maha Esa kita panjatkan doa mohon ampunan semoga arwah leluhur pendahului kita mendapat tempat disisi-Nya, amin.

Tradisi Kenduri Sko yang kita kenal sekarang warisan budaya yang melekat di masyarakat Kerinci, dimana gong dan gendang mengiringi tale dan sike (sike dari kata Zikir) di perdengarkan meiringi tarai dan ranggok adalah wujud rasa syukur disaat panen, yang selanjut nya berkembang menjadi Kenduri Sko, mengangkat , mengukuhkan dan melantik pemimpin kaum diiringi sumpah Karang Setyo.

Sehabis pesta panen di bulan Agustus, canang dibunyikan, menyerukan seluruh masyarakat untuk bergotong royong ngalei aye, ngalei bandea dan sungai untuk memperlancar air irigasi disaat gotong royong serentak ini, lagi-lagi sike diiring Rebana dari anak batino diperdengarkan sebagai wujud kebersamaan dan di semangat kesetia kawanan masyarakat Kerinci, kemudian benih di taburkan sehabis bulan purnama, untuk menghindari hama perusak benih,tanaman,yang disebarkan serangga perusak.

Kesimpulannya di bumi Sakti Alam Kerinci yang indah dan subur ini sudah mengenal upacara peringatan dan rasa syukur yang setara dan setingkat dengan HKP, pada kesempatan ini kita himbau semua pihak berlaku arif dan bijak terhadap isu-isu yang negative yang berkembang dengan mempertimbangkan kepentingan masyarakat terbesar dari penduduk kerinci yaitu petani. Jangan sampai merugikan, memojok dan menyudutkan hanya, terbawa oleh emosi sesaat dan spontan contoh : isu produk pertanian kerinci yang terkomtaminasi pestisida, sebaiknya isu semacam ini sebelum di ekspos di konsultasi, di koordinasi antar instansi dan institusi terkait lainnya, benar tidak nya dan bagaimana solusi nya jangan sampai meresahkan dan merugikan masyarakat petani.

Karena nya HKP juga adalah hari peringatan dan penghargaan kepada pendahulu kita, kepada masyarakat telah berjasa, dan berprestasi dalam pembangunan pertanian, mendorong timbulnya cipta karsa dan karya besar dan berguna masa depan sector pertanian yang maju, mewujudkan masa depan petani dan desa sejahtera.##


No comments:

p2

Create your own banner at mybannermaker.com!
There was an error in this gadget
There was an error in this gadget

pepatah

Rm