mk

Easter Text - http://www.eastertext.com

fm

p

Sekilas info

Misterikerinci-Aksi kelulusan siswa di Kerinci dengan aksi corat-coret.

13 February 2009

Kolom Syamsul Bahri


Pejabat, Pengusaha dan Calon Legeslatif

(Bisnis atau aspirasi rakyat)

by. Syamsul bahri, SE

(pengamat di jambi, staf pengajar STIE-SAK Kerinci, email syamsul_12@yahoo.co.id)

Proses Pemilu Legeslatif telah dimulai, bermunculan caleg-celeg dari banyak partai, baik di DPR Pusat, Propinsi, dan Kabupaten/kota, dari banyak caleg yang muncul, yang sekaligus menjadi tokoh yang menokohkan, pada hal secara ketokohan yang diproses melalui proses pengalaman sejati, yang menjadi tokoh karena dedikasi dan kepedulian, serta idealisme untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat, dihargai dan dibutuhkan oleh masyarakat, sangat sulit untuk membaktikan diri melalui dewan yang terhormat, karena sistim yang dibentuk melalui UU belum memberikan peluang yang kondusif untuk tokoh-tokoh yang memiliki idealisme dan berfihak kepada masyarakat, dan kita sangat yakin tokoh yang memiliki idealisme pada umumnya belum begitu mapan dalam ekonomi.

Fakta hari ini, tokoh yang menokohkan dan di tokohkan untuk maju di Pemilu Legeslatif tahun 2009, banyak yang berasal dari kalangan keluarga pejabat, isteri pejabat, keluarga mantan pejabat, baik sipil mapun meliter, baik Pimpinan Politik, mantan, maupun Kepala Daerah. Fakta ini menunjukan sebuah pengembangan kekuasaan dan kedigdayaan ekonomi, sistem yang mengatur memberikan peluang bagi tokoh-tokoh tersebut untuk ikut bermain dengan modal financial yang kuat.

Secara kasat mata, bahwa money politik dan cost politik untuk demokrasi di Indonesia memang cukup besar, yang tentunya para tokoh yang diproses melalui proses alamiah di tengah masyarakat tidak memiliki peluang untuk menuangkan dan memperjuangkan idealisme untuk kesejahteraan rakyat, karena keterbatasan dan kebelum mapan secara ekonomi, sehingga tokoh yang mengandalkan kekuatan financial yang memiliki kecenderungan berinvestasi politik untuk mendapat benefit baik uang maupun politik, yang tentunya untuk merebut benefit ganda, berusaha melihat peluang dan kelemahan UU.

Dengan sistem UU dan peraturan yang seyogyannya keberfihakan kepada masyarakat jadi dasar perjuangan, justru melenceng dari tujuan tersebut, lebih mengarah kepada Politik Bisnis ataupun Bisnik Politik, lalu aspirasi masyarakat dimana, dan kemana, yach aspirasi untuk mensejahterakan masyarakat sebuah tujuan semu yang akan diperjuangkan dan tertinggal pada tokoh idealisme sangat sulit untuk disuarakan.

Dominasi Demokrasi ini, merupakan dominasi memperkuat kemapanan dalam ekonomi dan memperkuat tirani kekuasaan dalam partai politik dan kekuasaan Politik, sehingga bukan prestasi yang ingin diraih melalui perjuangan aspirasi masyarakat, melainkan kekuasaan dan kemapanan ekonomi sebuah tirani baru di Indonesia.

Beberapa fakta faktual, bahwa caleg pada umumnya berasal dari Ibu Pejabat, anak Pejabat, Pengusaha, Keluarga pejabat, keluarga Ketua Partai, semuanya itu untuk mendaftar dan mendapat nomor caleg berindikasi membutuhkan biaya, apakah money politik atau cost politik.

Lalu fakta juga menyimpulkan, bahwa kemungkinan tokoh idealisme yang tinggal menjadi tokoh yang belum bisa berbuat dan berjuang di kencah perpolitikan di Indonesia, sehingga idealisme tergadaikan dengan kekuasan dan uang.

No comments:

p2

Create your own banner at mybannermaker.com!
There was an error in this gadget
There was an error in this gadget

pepatah

Rm