fm
Pages
p
Sekilas info
27 July 2006
Kerbau aneh
Kerbau Kaki Delapan-Jujun-Kerinci
Marzan Eddy dapat Wangsit.
Dunia, memang telah semakin tua. Keanehan banyak terjadi. Buktinya. Tepatnya Desa, Jujun Kecamatan Keliling Danau. Kerinci selama ini adem, Kini menjadi Gempar sehubungan dengan kelahiran anak Kerbau kembar berpadu . Karena memiliki kaki delapan. Kepala satu. Berbadan dua.Kerbau ini dilahirkan, 26 Januari 2004.Lalu Pada pukul 12.30 Wib siang dibantu menteri Hewan Muda, Marzan Edi, Putra Jujun.
Menurut pemiliknya, Gazali ( 60) Kerbau warga Dusun Baru Jujun., ia tidak pernah menyangka akan kelahiran kerbau yang lahir memiliki keanehan itu. Menurutnya, Kerbau itu dibeli 3 tahun lalu, tepatnya, tahun 2001 dari seorang polisi bernama Azhari. Dengan harga 3 juta rupiah.
untuk pengaduhnya diserahkan kepada tetangga, Zainal (45).Dalam mengaduh ini dengan perhitungan anak dibagi dua, dalam masa tengang 2 tahun. Namun setelah beberapa tahun tenggang Kerbau itu tak kunjung bunting.“ Kerbau yang saya kasih dengan Zainal itu dalam beberapa tahun di kembalikan dengan alasan tak kunjung bunting atau hamil, hingga Zainal mengembalikan kepada saya pada bulan Mei 2003, dengan membayar biaya mengaduh 1 juta. ” kata Gazali dengan nada sedih atas kematian anak kerbau satu-satunya itu.
Namun beberapa bulan sampai ketangan melihat keanehan. Karena melihat kerbau itu perutnya mulai membuncit. Dipelihara terus, hingga melahirkan. “ Sesampai kerbau itu ditangan saya, merasa ada keganjilan, karena perut kerbau, yang dikatakan Zainal tidak mau hamil atau mandul malah hamil, saya pelihara terus “ kata Bapak beranak satu, yang ditingal mati isteri itu.
Mimpi Gaib.
Sementara, Marzan Eddy (35) Menteri hewan membantu persalinan, ia mengalami kesulitan, karena kelahiran anak kerbau ini sulit untuk dikeluarkan dari rahim sang induknya. Karena proses persalinan dengan berbadan besar, hingga mengeluarkan sulit, karena ada kelainan Genetik.
“ Sangat sulit mengeluarkan anak kerbau itu. Karena besar, setelah keluar kepala, saya tarik perlahan, ternyata ada beberapa sebab, dengan berupaya sekuat tenaga, akhirnya keluar ada keanehan” kata Menteri hewan yang jarang menemui persalinan kerbau memiliki keanehan itu.
22 July 2006
Hantu goda pengendara
Batang Ambacang. Yang terletak dipenghujung Lolo Gedang-Pasar Kerman awal memasuki Lempur yang telah berumur tua ditengarai ada penghuni siluman berwajah cantik.Siluman ini muncul kala rinai dan gelap malam. Ia selalu mengoda para pemilik kendaraan dan mobil bila dalam suasana kosong.
Menurut cerita yang berkembang penunggu, siluman wanita cantik telah lama ada. Ironisnya, lokasi sekitarnya, memang mencekam. Karena banyaknya makam-makam yang telah berumur tua.Pengakuan, tentang wanita cantik dibenarkan oleh, Daswarsa, pegawai Rumah Sakit Umum Mayor Jenderal Thalib asal Lempur-Gunung Raya, yang telah lama bolak-balik Sungai penuh dengan kendaraan Vesva biru.
“ Karena pekerjaan kantor ingin diselesaikan. Tidak ingin menumpuk pekerjaan, meski diluar telah nampak mendung kian pekat.” Kata Daswarsa. Hari Kian larut . Kala gerimis mulai turun mulai berangkat. Perasaan takut dihilangkan saja. Karena selama ini tidak ada ganguan.
Melewati areal makam-makam tua dijalan pendakian tanggung Lolo-Lempur sekitar tujuh ratus meter dari desa .Kiri kanan semuanya makam. Gelap merayap. Jangkrikpun telah bersenandung. Jam telah menunjukan pukul 11 malam dini hari. Vesva dengan kecepatan sedang dipacu ditengah gerimis dengan lampu-lampu sorot vesva dari kejauhan semua kelihatan sepanjang areal jalan.
Memasuki areal tidak beberapa meter dari batang Ambacang kelihatan seorang wanita cantik dari sebelah kiri jalan melambaikan tangan tanpa suara. Seakan ingin menumpang. “ Tidak mungkin. Malam kian pekat ini. Masih ada orang yang numpang. Areal jauh dari penduduk. Kenapa tidak naik di Lolo saja ?” Kata hati Daswarsa, Dalam deteksi bathinya.
Keinginan wanita cantik numpang ini tidak terpenuhi. Daswarsa berlalu begitu saja sambil melirik lama pada wanita cantik itu.” Saya melihat dengan jelas, sosok wanita cantik itu. Jarak kiri dari vesva hanya 1 meter, alangkah dekatnya. Sesudah itu memacu vesva dengan kecepatan tinggi” Kata Daswarsa merinding mengenang peristiwa itu.
Setelah itu dengan kecepatan tinggi memacu vesva biru ini. Dari kejauhan terlihat ada mobil Travel Safa Marwa dengan tujuan yang sama, hingga membuat perasaan jadi enak, Karena ada kawan.Seraya berpapasan dengan mobil. Sopirnya Sadi dari sebelah kanan memotong mobil sambil menanyakan ada ketemu tidak dengan wanita cantik dijalan tadi.
“ Ada melihat wanita cantik dijalan tadi. Ia ingin menumpang vesva saya” Kata Daswarsa.“ Oo Sama, saya waktu lewat disana. Ia juga ingin menumpang travel kosong saya ini. Tidak saya gubris. Karena mana mungkin, malam selarut ini ditambah pula dengan hujan rinai dan menumpang ditempat yang gelap pula, saya tidak berani, membawanya. Mana tahu itu siluman, kata saya dalam hati” Ungkap Sadi sopir travel pada Daswarsa, yang berpapasan denganya.
Setelah bincang sambil jalan itu daswarsa tancap gas demikian juga dengan Sadi, ditengah hujan dan gledek yang menyambar.Pengakuan laian juga muncul dari Alparis, warga pondok Tinggi- penjual limun,yang sering bolak-balik mengisi sejumlah warung yang ada di Gunung Raya-Lempur.
Menurut pengakuanya, malam kian larut. Pulang agak malam. Waktu itu Jam sebelas malam. Tepat beberapa meter dari dibawah batang Ambacang dengan hujan rinai. Mobil mengalami bocor, hingga saya berhenti.
“ Mobil saya bocor ban sebelah kiri. Sambil membuka ditengah hujan rinai dan malam terasa mencekam. Angin semilir membuat bulu kuduk merinding” kata Alparis.
Kala membuka dengan kunci. Saat satu buah mor lagi perlu dibuka. Anehnya seorang wanita berparas Ayu berdiri tidak berapa jauh dari tempat membuka ban mobil. Pandanganya polos. Berbaju putih. Alparis sempat bertanya.“ Kenapa Dinda ada disini. Bukan hari ini telah malam. Tidakkah dinda takut” Kata Alparis seraya membereskan gawenya.
Wanita berparas Ayu itu tidak memberikan jawaban. Hanya berdiri mematung ditengah rinai hujan sambil melihat membuka ban mobil.Sambil mengangkat ban untuk dibawa ke bengkel Muhamad lelo yang berada di dusun Lolo Gedang. Melihat wanita itu tidak ada lagi. Dalam hati kalau-kalau rumahnya, hanya diatas ladang jalan itu.
“ Jangan –jangan rumahnya diatas ladang jalan itu. Tapi Kok berani malam-malam keluar. Apa ia tidak takut ?” kata Alparis Tanya dalam hati. Setelah sampai dikampung Lolo itu Alparis menanyakan kepada warga kampung, yang kebetulan masih ada. Terutama tentang ada anak gadis siluman itu.
” Pak saya numpang Tanya, apa ada rumah diatas ladang jalan Ambacang itu”. Kata Alparis. “ Tidak ada Nak. Pemilik ladang itu hanya pulang pergi. Pondokpun tidak ada” Kata pak Tua sambil berlalu.Setelah nombok Ban kembali kelokasi tadi. Dengan penuh takut dipasangkan ban. Setelah kunci star tancap gas.
“ Sampai saat ini jera saya pulang malam, Dulu saya paling tidak percaya dengan hal-hal yang berbau gaib” Kata Alparis kapok Jalan malam.Siapakah sebenarnya, wanita siluman cantik itu. Edisi mendatang
20 July 2006
18 July 2006
Peradaban Tua Kerinci
Dibahagian lain, kata Kerinci. Ini ada yang memberi prediksi kata, ci-ci, yang artinya, anak Kunci. Dalam sejarah Tiang Bungkuk Panduko Rajo, berasal dari cina. Kunci ini pembuka rahasia Kerinci.Anak kunci ini hilang diwilayah Keliling Danau. Benar tidaknya sejauh ini belum diungkapkan.
Berbicara tentang asal usul uhang Kincai Umar Ali ( 60) Mantan Depati Atur Bumi mengungkapkan, bermula dari lembaran sejarah, Iskandar Zulkarnaen menikah dengan Zailun melahirkan empat orang anak masing-masing, Maharajo Dipang turun ke negeri cina, Maharajo Alip, Maharaja diraja turun kenegeri Sumbar,tepatnya dinegeri perhiangan Padang Panjang. Empat Indar Jati, orang pertama turun ke negeri Sumbar dengan menepati kawasan gunung emas atau Gunung berapi, Pariaman Padang Panjang. Ia menikah dengan Indi Jelatang melahirkan keturunan dua orang diantaranya, Datuk perpatih nan Sebatang dan Indarbaya.
Indar Jati dengan anaknya, Indarbaya, berlayar pula ke luhak Alam Kerinci. Sedangkan perpatih nan Sebatang. Karena asik bermain dengan rekanya, ia tidak ikut serta. Kemudian dipersiapkan alat untuk berangkat. Pertama Payung Sekaki, Tombak, serta tongkat nan sebuah, keris nan satu dibawa pula kambing nan seekor.
Dalam perjalanan menuju luhah alam Kerinci. Ia kesulitan. Karena medan tempuh rute laut lepas. Allah menurunkan petunjuk dengan menerbangkan daun sintuh dengan berlabuh di Gunung Jelatang.
Tahun berlalu musim berganti, ia melahirkan anak tiga orang masing-masing indar bersusu tunggal, Indar bertelawang lidah, Indi Mariam serta Indar bayo.
Kemudian setelah anaknya dewasa. Indar tunggal dinikahkan dengan Puti Samaiyah, penghuni Gunung Jelatang itu melahirkan pula anak tiga orang diantaranya, Puti Dyang indah, Puti Dayang Ramaiyah.Kemudian Puti Dayang Indah melahirkan anak lima orang. Yaitu, Dari Indah, Daristu,Indi cincin, Mipin, Mas Jamain. Puti Ramaiyah melahirkan anak satu orang Yakni, Sibungo Layu. Puti Dayang Rawani, pernikahan dengan seorang laki-laki, Abdul Rahman, asal Jawa Mataram melahirkan keturunan bertempat di Jambi masing-masing tiga orang, Karban, Kartan, kalipan.
Sementara di Jawa Mataram terdapat tiga orang pula. Yaitu, Nahkudo kubang, Nahkudo Belang, Gajah Mada. Dari Indah melahirkan pula Incik permato, Intan bermato, Lilo Permato. Daristu melahirkan pula keturunan tigo orang, Patimah, Unggu, Mangku Agung.Sedangkan indi Cincin melahirkan keturunan, Jaburiyah, Jabulino. Mipin melahirkan satu orang, Puti Sepadan. Mas Jamain suaminya, Sutan Maalim hidayah, asal Pagaruyung melahirkan keturunan Sirujan Angin.
Dituturkan, Indar Jati yang gaib. Yang tiada kembali dalam persemadian dialam gaib. Indar bersusu tunggal, gelar Depati batu hampar, setelah melihat kehilir dan kemudik air laut telah surut. Maka dipecahlah pembagian wilayah, untuk menunggu kawasan negeri yang dibagi itu masing-masing.Incik Permato menungu latih Koto Pandan, Pondok Tinggi. Bajina Latih Koto limo Sering, Sungai Penuh. Ungguk menunggu latih Koto Beringin, Rawang. Mangku Agung menunggu Tebat Tinggi, Sungai Tutung. Sibungo Alam menunggu Talang Banio, Kemantan. Puti Dayang Ramaiyah, menunggu kawasan Kemantan Darat. Dari Pembagian inilah yang disebut Latih yang enam Luhah Alam Kerinci.
Sementara itu disebelah hilir, Sirujan Angin menunggu Tamia, Mewarisi Depati Muaro langkap, Lilo permato menungu Pulau Sangkar, Mewarisi Depati Rencong Telang, Intan Bermato Sanggaran Agung, mewarisi Depati Biang sari.
Kemudian Indar Berusu tunggal diangkat pula Sultan Maalim Hidayah menjadi Depati atur Bumi. Ini disebut Depati Empat Alam Kerinci.
Kemudian didirikan pula Kerinci rendah yaitu Karban, mewarisi Depati Setio Rajo, Bangko. Kartan mewarisi Depati Setio Nyato, Parentak. Sedangkan kalipan,mewarisi Depati Setio Putih Limbur tanah Cugguk. Ini disebut tigo di Baruih.
Sibungo Alam melahirkan keturunan tiga orang,Cik Rah, Cik Kudo, Sijago-jago, Hulu baling rajo Siulak. Datang pula dari Jambi, Bandaro Putih, dengan sebutan pangeran Temengung dengan membawa kain kehormatan diberikan kepada Depati Muaro langkap di Tamia. Depati Rencong Telang di Pulau Sangkar. Depati Biang Sari di Pengasi. Depati Atur Bumi di Hiang.
Oleh Depati Atur Bumi dibagi pula kain kebesaran olehnya dengan Delapan bahagian, Depati Serah Bumi di Seleman . Depati Mudo Penawar, Depati Kepalo Ino, Tanah kampung. Depati Mudo bertelawang lidah di Rawang. Depati Sekungkung Putih di Sekungkung. Depati Kepalo Sembah di Semurup. Depati Setuo di Kemantan. Depati Atur Bumi/ Depati Atur Bayo di Hiang. Ini disebut Delapan Helai di Kerinci.
Ada beberapa pusaka, Bukti dari zaman kerajaan ini, yang dinilai masi memiliki nilai mistik diantaranya, keris sampai kini dinyatakan hilang. Sedang tombak serta gading gajah, yang tersimpan. Konon, bila diritualkan dimusim panas. Bisa mendatangkan karomah berupa Hujan deras.
Semua pusako ini tersimpan dirumah pusako atur Bumi, yang hanya diturun mandikan secara sacral bila ada kenduri pusako, yang dilaksanakan lima tahun sekali.
Dalam beberapa penelitian tentang asal usul uhang kincai, sebagaimana diuraikan dalam buku seminar adat Kerinci tahun 1985-1990, yang ditulis Yatim Abbas menguraikan secara gamblang.Ia menyebutkan bahwa Nenek Moyang orang Kerinci telah cerdas. Ini mengacu system pembagian waris, yang telah diatur, terutama mengenai hukum waris ini. Ini telah ada beberapa ribu tahun yang silam.
Dengan hadirnya sistem dan cara pembagian waris itu. Ini menunjukan mereka telah menanamkan asaz-asaz pengamanan yaitu secara preventif, untuk mencegah menghindari timbulnya hal-hal yang kurang baik bagi anak cucunya dikemudian hari. Dengan demikian unsur Pancasila telah ada di Kerinci sejak dulu kala.
Dipaparkan, mulanya suku bangsa Kerinci pernah menganut system kekeluargaan yang tertua di dunia, yaitu system keibuaan ( Materilineal. Kemudian menganut sistim kekeluargaan bersegi dua ( Parental) yang lebih berperikemanusiaan, tetapi belum dapat diketahui tuanya suku bangsa ini termasuk type mana suku bangsa Kerinci itu.
Dari Perkakas yang ditinggalkan, benda-benda bersejarah/ Prasejarah itu yang ditingalkan itu, bukan hanya angka tahun dapat diketahui tingkat kecerdasanya. Mengenai type manusia penghuni alam Kerinci sepanjang bukti yang ditemui menunjukan suku bangsa Kerinci bertype Melayu tua ( Proto malayers) atau termasuk induk( ras) tertua.Hal ini didasarkan pada penelitian sarjana asing yang pernah menyelidiki Kerinci antara lain,Prof. Dr. Jasven Ali.M. A. Ahli sejarah berkebangsaan Australia tahun 1963, dengan contervarnya, Drs. Syofyan Sani, pada Markas besar kapolisian RI Jakarta.
Dr. David. Sundbukht ahli Antropologi berkebangsaan Swedia tahun 1980 dengan countervarnya, Idris Jakpar SH, Lektor Jambi kala itu. Dr. J.P.H Duyhendak ahli Antropologi berkebangsaan Belanda sebelum perang dunia ke dua.
Bukti sejarah dan prasejarah itu dulunya, di pukau Sumatera ( Pulau Perca) hanya terdapat disekitar Danau Kerinci, benda itu berupa Kapak Ganggam, Flakes Obsidian, disebut Mikrolith, Batu yang indah, Permata.
Bukti serupa ditemukan juga didataran tinggi Asia Tenggara, tempatnya menurut Prof. Kern adalah di Tonkin, dan menurut V.H. Golden berasal dari Yunan, menjelaskan terdapat ada hubungan Kebudayaan Kerinci dengan dataran tinggi Asia Tenggara.
Bukti- bukti ditemukan itu dibenarkan oleh Dr. Bener Bron serjana Kesenian berkebangsaan Amerika dalam penelitianya tahun 1973, bahkan beliau berkata,” Kerinci sudah terkenal didunia. Karena bukti sejarahnya yang tua,”. Kemudian diperkuat pula oleh hasil penelitian Mr. Bill Watson, sarjana kebangsaan inggris dalam penelitian tahun 1975.
Dari bukti ditemukan itu dapat dikemukakan bahwa suku bangsa Kerinci dilihat dari Antroplogi fisik adalah Melayu tua. Sedangkan bukti kebudayaan menurut antroplogi budaya mereka telah melalui zaman Mezolitikum (Zaman batu Menengah) yang dioperkirakan 400 tahun sebelum nabi Isya.
Selain itu, Kerinci telah memiliki tulisan yang dinamakan “ Incong” terdapat pada Gading Gajah Hiang, Tanduk kambing, yang menceritkan asal usul orang Kerinci, mengenai adat istiadat, Batas Wilayah. Selain itu bangsa Melayu Tua lebih senang didataran tinggi, yang pada umumnya adalah rakyat pegunungan.
Pada Zaman Neolitikum ( Zaman batu baru) nenek moyang suku bangsa Kerinci sudah bertempat tinggal tetap, tetapi tidak lagi mengumpulkan makanan ( Food Gathering) tapi sudah menghasilkan makanan ( Food Produkting), artinya sudah bercocok tanam, beternak.
Sementara itu tahun 2003 ditemukan pula di Gunung Raya, Sungai Hangat,tepatnya di SLTP tiga. berupa artefak, fragmentaris, ekofak Dynasti cina terdiri dari gerabah keramik Cina dan obsidian, batu asahan.manik-manik, pisau kecil, batu bulat, ekofak terdiri rahang gajah dan tanduk rusa.
Demikian juga dengan Tamia berupa batu patah sebelah utara dengan ukuran 2,27 meter x 1,5 meter, makam kuno dengan panjang arah barat timur 125 meter.
Temuan ini, kata Alimin, Budaya sejarah dan purbakala pada Dinas Pariwisata Kerinci berdasarkan kesejarahan material diduga 500 tahun sebelum Masehi.
Ini dilihat pula pada periode sejarah data keramik cina dinasti sung, Qin, Ming, yuan. Masa ini berlangsung pada periode tahun 960,1279.
Pengalian dilakukan oleh empat orang peneliti asal Jerman masing-masing Dr. Raff Dominik Bonat, Dr.Doretha Mechild Main Mai leejoa, Dr. Ulrike Susane Summer dibantu rekanya, Betiene logman, Mahasiswa Leiden Universiti, Dra. Dwi Yukiani, M.Hum, Pusat penelitian Arkelogi Jakarta. Agus Widiatmoko,SS. Balai pelestarian penelitian Purbakala jambi dengan konsultan peneliti Poff. Dr.Wolfgang Marshell, pakar Arkeologi Switzerland.( Jon Hendri


